Mamuju  

Suhardi Duka Ajak Alumni Hipermaju Bersatu Majukan Daerah Meski Berbeda Pilihan

MAMUJU, FMSnews.co.id. 17 MARET 2026 — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, mengenang perjalanan masa mudanya saat menempuh pendidikan di Makassar dalam acara buka puasa dan salat tarawih bersama alumni Hipermaju Sulbar yang digelar di Aula Serbaguna Alumni Hipermaju Mamuju, Senin (16/3/2026). Acara yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai angkatan tersebut juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota komunitas yang telah melahirkan banyak tokoh daerah.

Sebagai salah satu alumni Hipermaju, Gubernur Suhardi menegaskan bahwa lembaga tersebut memiliki peran krusial dalam membentuk karier dan karakter banyak pemimpin di Mamuju. “Tidak ada orang besar di Mamuju yang tidak melalui Hipermaju,” tegasnya dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan bahwa kehidupan mahasiswa pada masa lalu jauh lebih menantang dibandingkan saat ini. Mahasiswa perguruan tinggi swasta yang menuntut ilmu di Makassar kala itu harus mengikuti ujian negara dengan tingkat kelulusan yang sangat ketat. “Biasa enam mata kuliah, hanya satu yang lulus. Jadi kalau ada yang menyelesaikan studi dalam lima, enam, bahkan tujuh tahun, itu sudah dianggap prestasi yang luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga  Digitalisasi Aset Pendidikan Dibenahi, BPKAD Sulbar Tertibkan Penataan Aset BOS Tahun 2025 Lewat SIPD E-BMD

Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang terpaksa kembali ke kampung halaman setelah meraih gelar Sarjana Muda (BA) akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Menurutnya, harapan utama orang tua saat itu dalam menyekolahkan anak ke Makassar adalah agar mereka dapat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Kalau anaknya sudah jadi PNS, apalagi dengan gelar sarjana, itu sudah dianggap telah mencapai prestise yang tinggi di mata masyarakat,” ucapnya sambil mengenang suasana kala itu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi juga berbagi cerita kehidupan pribadinya yang penuh perjuangan. Ia menikah saat masih menjadi mahasiswa semester tiga pada tahun 1983. Selama satu setengah tahun pertama, ia tinggal di asrama mahasiswa, kemudian pindah tinggal di rumah mertuanya setelah menikah. “Sebelas bulan setelah pernikahan, anak pertama saya lahir pada tahun 1984,” jelasnya.

Baca Juga  Dukung Misi SDK-JSM: Dinkes Sulbar Perketat Pengawasan Kualitas Layanan Rumah Sakit

Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan menempuh karir politik yang panjang, mulai dari menjabat Bupati Mamuju, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), hingga akhirnya menjadi Gubernur Sulbar. “Tidak ada yang mengira bahwa kita akan bisa mencapai jabatan-jabatan tersebut. Itulah dinamika perjalanan hidup manusia yang penuh kejutan,” pungkasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dalam setiap langkah karirnya selalu fokus pada bidang yang ditekuni dan berusaha mempelajarinya secara mendalam. “Saya tidak pernah melakukan sesuatu dengan cara setengah-setengah. Jika terjun ke suatu bidang, saya pastikan mempelajarinya dengan seksama dan memahaminya secara menyeluruh,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Suhardi juga menekankan pentingnya menjaga persahabatan dan silaturahmi meskipun memiliki perbedaan pandangan atau pilihan politik. Ia mengaku tidak suka konflik, meskipun sering memiliki perbedaan pendapat dengan orang lain. “Beda pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, namun tali silaturahmi dan persahabatan harus tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga  KAREGB SULBAR BUKA SUARA: Suspend Dapur MBG Bukan Tutup Permanen, Tapi Wajib Perbaiki Standar

Menurutnya, banyak alumni Hipermaju kini telah berkontribusi signifikan dalam pembangunan Provinsi Sulbar, khususnya di Kabupaten Mamuju. Beberapa di antaranya telah menduduki jabatan penting, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, hingga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada berbagai tingkatan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh alumni Hipermaju untuk tetap menjaga persatuan di dalam organisasi, meskipun memiliki latar belakang dan pilihan politik yang berbeda. “Silakan berbeda pendapat, berbeda partai politik, berbeda orientasi. Namun ketika kita berada dalam wadah Hipermaju, fokus kita harus menjadi satu: bagaimana cara kita bersama-sama memajukan daerah dan kesejahteraan masyarakat Sulbar,” tutupnya dengan penuh semangat.

(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0