Misteri di Jalur Trans Sulawesi! Warga Ditembak Panah Saat Berkendara, Polisi Buru Pelaku

POLMAN – FMSnews.co.id, Ketenteraman masyarakat di jalur strategis Trans Sulawesi kembali terganggu. Sebuah aksi kekerasan yang mengerikan terjadi, di mana seorang warga menjadi korban pembusuran menggunakan senjata anak panah oleh sekelompok orang tak dikenal, Jumat (1/5/2026) dini hari.

Korban bernama Imran (36), warga Desa Bonra, Kecamatan Mapilli. Insiden naas itu terjadi tepat pukul 01.15 WITA di Jalan Poros Majene–Mamuju, persis di depan kawasan Asia Duta, Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, saat korban sedang dalam perjalanan menuju kios orang tuanya.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula ketika ia sempat mendahului tiga orang pemuda yang berboncengan dengan satu sepeda motor di wilayah Desa Bonne-Bonne.

Tak disangka, sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba korban merasakan sensasi tajam menusuk tubuhnya. Tanpa sadar, sebuah anak panah ternyata telah menancap kuat di bagian pinggang.

Merasa kesakitan dan marah, korban sempat berusaha membalas dan mengejar pelaku. Namun, nyawanya nyaris melayang karena pelaku kembali melepaskan tembakan panah kedua ke arahnya. Melihat situasi berbahaya, korban akhirnya memilih untuk menyelamatkan diri dan terus melaju hingga tiba di tempat tujuan.

Dalam kondisi berdarah, korban akhirnya sampai di kios keluarganya dan segera mendapatkan pertolongan. Imran kemudian dievakuasi ke RSUD Wonomulyo untuk mendapatkan perawatan medis dan pengambilan benda tajam yang menancap di tubuhnya.


Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, S.I.K., saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kasus ini sedang kami dalami secara intensif untuk mengungkap identitas pelaku dan motif sebenarnya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat beraktivitas atau berkendara di malam hari,” tegas AKP Sandy.

Hingga saat ini, motif di balik aksi penyerangan tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Korban mengaku sama sekali tidak mengenali wajah pelaku dan tidak memiliki masalah atau konflik pribadi dengan siapapun.

Guna mencegah terulangnya aksi mengerikan ini, kepolisian telah meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan sepanjang jalur poros utama yang menghubungkan Polman, Majene, dan Mamuju.

Kasus ini kembali menambah catatan gelap aksi kekerasan jalanan yang membuat masyarakat Sulawesi Barat resah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0