POLMAN – FMSnews.co.id, Suasana hening di waktu Subuh mendadak berubah menjadi duka mendalam di Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Sebuah tragedi kemanusiaan terungkap saat seorang bayi laki-laki yang masih merah ditemukan tergeletak tak berdaya di dalam saluran air atau drainase, Sabtu (25/04/2026) pagi.
Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya, hanya berbaring miring di antara genangan air kotor.
Peristiwa bermula dari suara tangisan lirih yang terdengar di tengah kesunyian pagi. Seorang warga yang baru saja pulang melaksanakan ibadah Subuh dari Masjid Al-Aqsah mengaku sempat mendengar suara itu sejak ia berangkat ke masjid.
Namun, saat pulang, suara tangisan bayi itu masih terdengar dan semakin memecah keheningan. Rasa penasaran akhirnya mendorong warga tersebut untuk mencari sumber suara.
“Saya cari ke mana arah suaranya, dan betapa terkejutnya saya saat menemukan bayi kecil ini tergeletak begitu saja di dalam saluran air,” tutur saksi dengan nada gemetar dan penuh keterkejutan.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan. Ia terbaring miring di antara bebatuan dan air kotor drainase, dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh kecilnya tampak menggigil kedinginan terpapar udara pagi yang sejuk.
Warga yang berkerumun segera bertindak cepat. Dengan penuh hati-hati, bayi tak berdosa itu dievakuasi dari lokasi dan segera dilarikan ke RSUD Andi Depu untuk mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin demi menyelamatkan nyawanya.
Hingga berita ini diturunkan, bayi laki-laki tersebut masih dalam perawatan intensif di rumah sakit dan terus dipantau kondisinya oleh tim medis.
Mendapat laporan tersebut, personel Polres Polewali Mandar langsung turun ke lokasi. Garis polisi segera dipasang dan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan untuk mencari petunjuk dan bukti guna mengungkap siapa dalang di balik perbuatan keji ini.
Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, Budi Adi, membenarkan kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang memburu pelaku, yang diduga kuat adalah orang tua kandung dari bayi tersebut.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi mata. Fokus penyelidikan kami saat ini adalah mengungkap identitas pelaku serta motif di balik pembuangan bayi ini,” tegas Budi Adi.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat yang memiliki informasi, sekecil apa pun, mengenai keberadaan pelaku atau kronologi kejadian untuk segera melapor.
“Kami butuh keterangan masyarakat untuk segera mengamankan pelaku. Perbuatan membuang bayi adalah tindakan kriminal yang sangat kejam dan melanggar hukum,” tambahnya.
Tragedi ini kembali menjadi tamparan keras bagi kita semua. Siapa tega membuang darah dagingnya sendiri di tempat yang begitu kotor dan berbahaya, nyaris membiarkannya mati sia-sia?
Tangisan bayi di waktu Subuh itu kini menjadi saksi bisu betapa rendahnya nilai kemanusiaan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut.













