POLMAN – FMSnews.co.id, Memburu tinta di tengah gemerlap lampu pasar malam. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Daerah Provinsi Sulawesi Barat kembali berinovasi dengan menghadirkan layanan Perpustakaan Keliling dalam event Pasar Malam Rakyat di pelataran Pasar Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis menguatkan budaya literasi masyarakat melalui pendayagunaan ruang publik. Tidak hanya sekadar transaksi jual beli, pasar malam ini juga dikemas menjadi ruang budaya yang memadukan pameran, kuliner, orasi kebudayaan, hingga pertunjukan seni tradisi Mandar.
Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menyampaikan bahwa kehadiran mobil perpustakaan keliling di lokasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan perpustakaan langsung ke tengah masyarakat.
“Momentum Pasar Malam Rakyat ini kita manfaatkan sebagai ruang strategis untuk memasyarakatkan budaya membaca. Perpustakaan tidak lagi identik dengan bangunan yang kaku dan tertutup, tapi kini hadir menyatu dengan aktivitas sosial dan budaya masyarakat,” jelas Mustari.
Dukung Program Gubernur dan Gerakan Mandarras
Langkah ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM).
Melalui Gerakan Sulbar Mandarras, Perpusip terus mendorong masyarakat untuk membiasakan diri membaca secara berkelanjutan. Konsep “Mandarras” sendiri menekankan pentingnya proses belajar yang berulang-ulang hingga benar-benar memahami isi bacaan.
“Kami ingin memastikan bahwa literasi menjadi gerakan bersama. Literasi tidak melulu soal membaca buku, tapi juga melalui diskusi, apresiasi seni, dan interaksi sosial. Semua ini kita hadirkan agar masyarakat merasa nyaman dan tertarik,” tambahnya.
Dengan inovasi ini, diharapkan masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda, dapat semakin akrab dengan dunia buku dan menjadikan membaca sebagai gaya hidup. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa literasi, kebudayaan, dan ruang publik bisa berjalan beriringan untuk membangun masyarakat Sulawesi Barat yang cerdas dan berdaya saing.
(Rls)













