Polman  

40 Hari Kepergian Salim S. Mengga: Gubernur Suhardi Duka Duka Kenang Sosok Teladan yang Berdedikasi Bagi Sulbar

Gubernur Sulawesi Barat Mengaku Masih Merasakan Duka Mendalam; Nasihat dan Keteladanan Almarhum Tetap Hidup di Hati Masyarakat

POLMAN, FMSnews.co.id. 13 Maret 2026 — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka menghadiri acara tahlilan 40 hari wafatnya Salim S. Mengga, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di rumah jonga, Takatidung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis (12/3/2026).

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kesedihan dihadiri oleh berbagai tokoh daerah, antara lain Bupati Polman Samsul Mahmud, para pejabat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten, keluarga kerabat almarhum, serta masyarakat yang datang secara sukarela untuk memberikan doa dan penghormatan bagi sosok yang dikenal disiplin serta memiliki dedikasi tinggi bagi kemajuan Sulbar. Suasana haru menyelimuti seluruh majelis ketika lantunan doa dan bacaan ayat suci Al-Qur’an dipanjatkan untuk kebaikan roh almarhum.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Fatmawati Salim, istri almarhum, menyampaikan rasa haru dan penghargaan yang mendalam atas momentum 40 hari wafatnya sang suami.

Baca Juga  Usai Ditangani Tim Pemprov Sulbar, 83 Warga Tutar Sembuh dari DBD

“Empat puluh hari lamanya almarhum tidak ada di sisi kita terasa begitu cepat berlalu. Secara pribadi dan atas nama keluarga besar, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Suhardi Duka. Sejak hari pertama wafatnya almarhum hingga saat ini, beliau tidak pernah henti memberikan perhatian, mulai dari doa, menggelar tahlilan, hingga mengadakan penamatan Al-Qur’an khusus untuk almarhum. Ini adalah bentuk perhatian yang sangat berarti dan mengharukan bagi kami semua,” ujarnya dengan suara penuh emosi.

Sementara itu, Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan kedekatan hubungan yang pernah terjalin dengan almarhum Salim S. Mengga, mulai dari masa deklarasi upaya pembangunan Sulbar hingga masa bersama dalam menjalankan kepemimpinan daerah. Ia mengaku masih merasakan duka mendalam atas kepergian sosok yang selama ini ia anggap sebagai sahabat dan teladan.

“Semua kenangan bersama almarhum, mulai dari perjuangan kita membangun visi untuk Sulbar hingga berbagai langkah nyata yang kita lakukan bersama, terekam jelas dalam memori saya. Kita semua masih sangat membutuhkan nasihat bijak dan contoh keteladanan dari beliau, namun kita harus menerima dan melepaskan dengan tulus apa yang telah ditetapkan. Cukuplah tangis dan kesedihan kita; marilah kita yakini bahwa almarhum kini telah berada di sisi Yang Maha Kuasa dan mendapatkan tempat yang jauh lebih baik,” ucap Gubernur Suhardi Duka.

Baca Juga  Sejak Abad ke-17 Sudah Berdiri, Gubernur Suhardi Duka: Balanipa Adalah Fakta Sejarah yang Wajib Diwujudkan

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat Sulbar untuk terus menjaga, menghormati, dan mengamalkan nilai-nilai serta pesan-pesan yang telah disampaikan almarhum sebagai pedoman dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Suhardi Duka juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Samsul Mahmud atas kemajuan yang telah dicapai dalam perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Polman. Ia menyebutkan bahwa peningkatan signifikan dalam Indeks Reformasi Birokrasi dan capaian Monitoring Corruption Prevention (MCP) antikorupsi menjadi bukti nyata kemajuan yang diraih daerah.

Baca Juga  Pria Diduga ODGJ Mengamuk Tebas 2 Orang, 1 Korban Tewas di Tempat Kejadian

“Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Polman kini telah mencapai angka 70,88 dengan predikat Baik (BB), yang menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan di daerah ini semakin baik dan profesional. Begitu pula dengan capaian MCP antikorupsi yang mencapai angka 75,8, sebuah angka yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Sulbar,” jelasnya.

Memasuki waktu berbuka puasa, para tamu undangan bersama keluarga almarhum menikmati hidangan yang disediakan dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, yang menjadi simbol kuatnya hubungan silaturahmi yang terus terjaga dan diperkuat di tengah ujian yang dialami.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan salat Maghrib berjemaah di kompleks rumah jonga, yang menjadi momentum penyempurnaan doa dan penutupan acara tahlilan serta buka puasa bersama tersebut. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0