Majene  

Sorotan: Proses Pildek FKIP Unsulbar Didesak Transparan, Waspada Politik dan Nepotisme

MAJENE – FMSnews.co.id, Proses pemilihan dekan (Pildek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) periode 2026-2030 menjadi sorotan tajam publik. Panitia pemilihan dituntut untuk menjaga integritas, bersikap transparan, dan tegas menolak segala bentuk intervensi politik serta kepentingan kelompok tertentu.

Kekhawatiran muncul terkait potensi infiltrasi politik, praktik nepotisme, hingga transaksional yang dikhawatirkan dapat mencoreng marwah institusi pendidikan tinggi tersebut. Publik juga menyoroti pentingnya ketatnya tahapan verifikasi administrasi, termasuk memastikan seluruh calon memenuhi syarat kesehatan dan kualifikasi akademik secara objektif.

Salah seorang pemerhati pendidikan, Ahmad, menegaskan bahwa transparansi adalah kunci utama agar terpilih pemimpin yang benar-benar berkualitas dan mendapatkan kepercayaan penuh dari seluruh sivitas akademika.

“Kita berharap panitia berlaku adil dan transparan. Tidak boleh ada intervensi dari pihak luar. Apalagi saya dapat informasi ada salah satu peserta yang disinyalir terlambat memasukkan berkas, hal ini tidak boleh dibiarkan dan harus ditegakkan aturannya,” tegas Ahmad kepada media, Senin.

Ahmad menekankan, kampus adalah wadah ilmu dan demokrasi, sehingga harus bersih dari praktik kotor. Proses pemilihan yang curang atau dipolitisasi hanya akan merusak citra Unsulbar sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.

“Jangan ada permainan curang, politisasi, atau nepotisme yang mencoreng nama baik kampus. Ini kan ruang demokrasi, harusnya bersih dan sehat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menuntut agar seluruh calon dekan memiliki keberanian untuk memaparkan visi, misi, dan gagasan kerja secara terbuka dan detail kepada publik.

“Mahasiswa dan masyarakat akademi tidak boleh ‘membeli kucing dalam karung’. Mereka berhak tahu siapa pemimpinnya dan apa programnya. Pemilihan yang tidak transparan berpotensi berdampak buruk langsung pada kualitas pendidikan mahasiswa,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihaknya menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan mengawal seluruh tahapan Pildek FKIP Unsulbar agar berjalan sesuai aturan dan prinsip-prinsip good governance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0