SUMENEP, MASALEMBO.ID – Semangat kepemimpinan dan cinta tanah air bergema kuat di Lomba Pidato Gaya Bung Karno se-Madura 2025. Dalam gelaran yang sarat nuansa nasionalisme ini, sosok Hamad dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep tampil mencolok dengan retorika memukau, mengantarkannya meraih predikat Juara I.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Sumenep dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Diselenggarakan dengan penuh semangat persatuan, lomba tersebut menyatukan beragam peserta dari seluruh penjuru Madura.
Hamad, yang sehari-hari mengemban tugas di bagian pembinaan sekolah dasar pada Dinas Pendidikan Sumenep, memperlihatkan performa luar biasa. Dengan gaya bicara yang khas dan ekspresi penuh kharisma, ia berhasil menyalurkan pesan-pesan perjuangan sang proklamator, Ir. Soekarno, hingga membuat juri tak ragu menobatkannya sebagai yang terbaik.
“Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Saya yakin ini bukan semata karena kemampuan pribadi, melainkan pertolongan Allah SWT yang menguatkan saya untuk tampil sebaik mungkin,” ucapnya, Kamis (12/06).
Ia menjelaskan bahwa keberhasilannya tidak datang dengan mudah. Persiapan matang dan latihan intensif menjadi kunci dari pencapaiannya. “Saya tidak asal ikut. Saya latihan sungguh-sungguh agar bisa tampil maksimal,” tambahnya.
Prestasi Hamad diikuti oleh Vina Nabila Hanun, siswi kelas XII Madrasah Aliyah dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, yang meraih posisi kedua. Meskipun harus membagi waktu antara kegiatan belajar dan persiapan lomba, Vina tetap menunjukkan semangat tinggi.
“Latihannya memang mepet, tapi saya tetap semangat dibimbing ustadz saya,” ungkapnya dengan senyum.
Peringkat ketiga diraih oleh Aril Saputra, juga berasal dari Ponpes Al-Amien Prenduan. Sementara posisi keempat hingga keenam diraih oleh Fathor Rosy (Pemdes Gapura Timur), Achmad Ibanul Hakim (Bappeda Sumenep), dan Bagus Ghafar (Prokopim Pemkab Sumenep).
Yang menarik, peserta tak hanya datang dari kalangan pelajar atau ASN. Kepala Desa Paberasan, Rahman Saleh, turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Ia merasa memiliki panggilan moral untuk ikut serta, karena menganggap Bung Karno sebagai sosok teladan semua pemimpin bangsa.
“Sebagai pengagum Bung Karno, saya merasa kegiatan ini penting untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pemimpin desa dalam menjadi suri teladan yang menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kepemimpinan yang kuat, sebagaimana dicontohkan oleh Bung Karno semasa hidupnya.
Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain Ramli, yang turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang, mengungkapkan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar.
“Ini tahun ketiga kegiatan ini kami selenggarakan. Tentu ada tantangan dan kekurangan yang harus kami evaluasi. Namun semangat para peserta selalu memberi energi baru bagi kami untuk terus melanjutkan perjuangan ini melalui jalur kebudayaan dan edukasi,” paparnya.
Lomba ini bukan semata-mata ajang unjuk kemampuan berbicara. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi medium untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan oleh sang proklamator. Melalui pidato-pidato yang menggugah, peserta turut membangkitkan kembali nilai-nilai ideologis yang mulai memudar di tengah arus zaman.
Kegiatan ini pun menjadi ruang bagi generasi muda dan para pemangku kepentingan untuk mempererat ikatan dengan sejarah bangsanya. Dari podium sederhana di Sumenep, gema suara Bung Karno kembali hidup dan menjangkau kalbu masyarakat Madura, menegaskan bahwa warisan ideologinya masih relevan untuk membangun masa depan Indonesia. (Red/TH)













