crossorigin="anonymous">

Perselisihan Sepele Berujung Penikaman, Pelaku Menyerah Diri ke Polisi

Bawa Badik, Pelaku Kejar Korban Hingga Jalan Poros; Polisi Ingatkan: Masalah Bukan Diselesaikan dengan Kekerasan

POLMAN – FMSnews.co.id, Kekerasan berdarah kembali mewarnai kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Seorang pria harus mengalami luka serius akibat ditikam menggunakan senjata tajam jenis badik dalam peristiwa penganiayaan yang terjadi Sabtu sore (6/6/2026). Insiden ini terjadi di Dusun Jombang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, dan sempat membuat warga sekitar panik melihat keganasan serangan tersebut.

Korban diidentifikasi bernama Sapri (33 tahun), warga setempat. Ia mengalami luka sayat dan tusuk pada pergelangan tangan kanan serta jari telunjuk setelah dikejar dan diserang berulang kali oleh terduga pelaku, Syaikul alias Sul (43 tahun).

Berdasarkan rekonstruksi peristiwa yang dihimpun polisi, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WITA saat korban sedang bertandang ke rumah temannya. Tanpa ada percakapan damai sebelumnya, pelaku datang menghampiri sambil membawa sebilah badik tersembunyi dan langsung melancarkan serangan. Kaget dan tidak bersiap, Sapri berusaha bertahan sekuat tenaga menggunakan kursi plastik di sekitarnya sebagai tameng, sebelum akhirnya memacu langkah melarikan diri.

Baca Juga  MUKJIZAT DI BALIK API! Rumah Hangus Terbakar, Al-Qur’an di Galung Tulu Tetap Utuh Tanpa Tersentuh Api

Namun pelaku tidak berhenti, ia terus mengejar korbannya hingga ke Jalan Poros Pendidikan, tepat di depan gerbang salah satu warga. Nasib baik masih berpihak, saat korban terjatuh dan pelaku hendak kembali menyerang, seorang warga berani maju melerai dan memisahkan keduanya sehingga nyawa korban terselamatkan dari ancaman lebih fatal.

Mendapat laporan kekerasan tersebut, personel gabungan dari Polres Polewali Mandar dan Polsek Urban Wonomulyo segera dikerahkan ke lokasi. Tim dipimpin Pamapta Polres Polman, IPDA Ahmad Yakin, melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, pengumpulan keterangan saksi, serta pencarian barang bukti yang tertinggal. Korban Sapri kemudian segera dievakuasi ke RSUD Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis dan jahitan luka.

Baca Juga  BPBD Sulbar-Polman Gerak Cepat Atasi Jembatan Rusak di Matangnga Pasca Banjir

Dua jam setelah peristiwa mengerikan itu berlalu, tepatnya pukul 18.10 WITA, suasana kembali kondusif ketika terduga pelaku berinisiatif menyerahkan diri ke Polsek Urban Wonomulyo. Ia datang didampingi Babinsa Desa Sugihwaras, menyadari perbuatannya salah dan siap bertanggung jawab menghadapi proses hukum.

Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, akar masalah bermula dari perselisihan pribadi yang terjadi pada malam sebelumnya di sebuah acara keramaian warga. Ketegangan yang tidak selesai diselesaikan dengan kepala dingin, memuncak menjadi serangan fisik berdarah di siang hari ini. Meski demikian, polisi masih menggali lebih dalam motif utamanya guna melengkapi berkas perkara.

Baca Juga  Dini Hari Terbangun Karena Kaki Terasa Panas, Rumah dan Kios Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta

IPDA Ahmad Yakin menegaskan bahwa jalan kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, melainkan hanya menambah dosa dan masalah baru bagi pelaku maupun korban.

“Kami imbau seluruh masyarakat agar menahan emosi. Perselisihan apa pun, besar maupun kecil, sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah, melibatkan tokoh masyarakat, pemuka agama, atau melapor ke aparat hukum. Jangan ambil jalan pintas dengan senjata tajam, karena risikonya sangat fatal dan hukum akan menindak tegas siapa saja yang melanggar,” tegas Ahmad Yakin.

Saat ini, terduga pelaku masih diamankan di tahanan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Berkas kasus akan segera dilengkapi untuk selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri guna menjalani persidangan, sementara senjata tajam yang digunakan sebagai alat bukti telah disita oleh penyidik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0