crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">

Jasad Ditemukan Terapung di Majene; Polisi Pastikan Tanpa Tanda Kekerasan

MAJENE – FMSnews.co.id, Kabar duka menyelimuti masyarakat pesisir Sulawesi Barat kembali hari ini, Kamis (4/6/2026). Seorang nelayan bernama Rahman (57 tahun), warga Dusun Gade, Desa Tanga-Tanga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung dan terdampar di pesisir Pantai Barane, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae, Majene. Penemuan ini mengundang kesedihan sekaligus perhatian pihak kepolisian yang langsung turun ke lokasi untuk meneliti penyebab kematian.

Kejadian bermula sekitar pukul 11.30 Wita, ketika Ikram (14 tahun), warga sekitar pantai, sedang berada di rumahnya yang ber facing langsung ke laut. Pandangannya terarah pada satu benda yang mengapung di permukaan air sekitar sepuluh meter dari bibir pantai. Karena bentuknya menyerupai tubuh manusia dan bukan sampah biasa, Ikram segera memanggil temannya, Muh Alif (13 tahun), untuk mendekat dan memastikan.

“Saat kami mendekat dengan hati-hati, kami kaget karena ternyata itu sesosok tubuh laki-laki yang sudah diam dan tidak bergerak sama sekali. Kami langsung lari beritahu tetangga sekitar agar ada yang menolong,” ungkap Ikram.

Baca Juga  Mahasiswa di Polewali Mandar Luka Berat Jadi Korban Tabrak Lari Pengemudi Roda Tiga

Berita itu menyebar cepat, membuat warga berdatangan memadati pinggir pantai. Tak lama, petugas Piket Fungsi Polres Majene yang dipimpin Pawas tiba di TKP guna melakukan pengamanan awal dan pencatatan kronologi. Sekitar pukul 12.15 Wita, keluarga korban yang mendapat kabar dari warga segera mendatangi lokasi menggunakan perahu. Setelah memastikan bahwa jenazah itu adalah Rahman, pihak keluarga pun membawa jasad almarhum kembali ke kediaman mereka di Tinambung menggunakan jalur laut.

Dari keterangan saksi kunci sekaligus tetangga dekat korban, Haba (60 tahun), terungkap detik-detik pertemuan terakhir di tengah laut. Pagi itu, selepas salat Subuh pukul 05.30 Wita, keduanya sama-sama berangkat melaut mencari nafkah. Saat berada sekitar satu mil dari garis pantai Tinambung, Haba melihat Rahman sedang asyik memancing ikan layur di dekat perahunya.

Pukul 10.00 Wita, Haba memutuskan untuk pulang lebih awal dan berpamitan, “Saya pulang duluan ya,” ucapnya saat itu. Rahman menjawab tenang, “Silakan, saya masih mau memancing sebentar lagi.” Saat perahu Haba menjauh sekitar 200 meter, ia sempat menoleh ke belakang dan melihat Rahman masih berdiri sehat walafiat menunggu umpan disambar ikan. Sesampainya di rumah, ipar korban bernama Kamaruddin sempat bertanya keberadaan Rahman, dan Haba meyakinkan bahwa tetangganya itu aman masih berada di laut.

Baca Juga  Seorang Pemuda di Majene Ditemukan Gantung Diri Saat Sahur

“Siapa sangka arus laut berubah kuat. Posisi dia memancing di wilayah Tinambung, tapi arus membawanya hingga terdampar ke wilayah Majene. Jaraknya cukup jauh, namun gelombang saat pagi hingga siang ini memang cukup besar,” kenang Haba.

Menanggapi kasus ini, Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, S.H., M.H., saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan kejadian tersebut dan memaparkan hasil pemeriksaan awal timnya.

“Benar, tim kami sudah turun ke lokasi dan memeriksa kondisi jenazah secara langsung. Berdasarkan pengamatan fisik dan keterangan saksi-saksi, kami memastikan tidak ditemukan sedikitpun tanda kekerasan, bekas pukulan, maupun luka tusuk yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan,” tegas AKP Fredy.

Baca Juga  Kebakaran Landa Binuang, Dua Rumah Terdampak, Satu Warga Terluka

Lebih lanjut AKP Fredy menjelaskan, dugaan sementara yang terbangun dari data di lapangan adalah Rahman meninggal karena faktor alam dan kondisi fisik saat bekerja. “Diduga korban mengalami kelelahan berat atau serangan sakit mendadak saat berada sendirian di atas perahu, lalu tergelincir jatuh ke laut dan nyawanya tidak tertolong. Arus laut yang deras kemudian membawa tubuhnya hanyut hingga terdampar di pesisir Barane, Majene,” jelasnya.

Pihak kepolisian menyimpulkan kasus ini sebagai kematian biasa bukan akibat tindak kejahatan. Saat ini jenazah Rahman sudah disemayamkan di rumah duka Desa Tanga-Tanga, Kecamatan Tinambung, untuk diserahkan kepada keluarga besar dan segera dimakamkan sesuai syariat Islam. Polisi telah menyerahkan jenazah sepenuhnya kepada keluarga setelah dinyatakan aman dan tidak ada sengketa hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0