POLMAN – FMSnews.co.id, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Polewali Mandar mencatat capaian kinerja yang sangat menggembirakan dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Di bawah kepemimpinan Kasat Resnarkoba yang baru menjabat, IPTU Japaruddin, jajaran berhasil menindak tegas peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hukumnya.
Capaian gemilang ini tercatat resmi sejak awal Mei hingga pertengahan Juli 2026. Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, tim Satresnarkoba telah berhasil mengungkap sebanyak 32 kasus dugaan tindak pidana narkotika maupun penyalahgunaan obat terlarang.
Bukan hanya mengungkap kasus, aparat juga berhasil menetapkan dan mengamankan sebanyak 38 orang yang dinilai memiliki peran penting dalam berbagai perkara tersebut. Jumlah ini menunjukkan bahwa penindakan tidak hanya berhenti pada pengguna, tetapi juga menyasar pelaku peredaran.
Dari seluruh operasi dan pengungkapan yang dilakukan, tim berhasil menyita barang bukti berupa 34 gram narkotika golongan sabu yang siap diedarkan ke masyarakat. Temuan ini menjadi bukti keseriusan kepolisian memutus rantai peredaran barang haram yang merusak generasi bangsa.
Selain narkotika jenis sabu, penyidik juga berhasil mengamankan ribuan butir obat-obatan terlarang. Tercatat sebanyak 2.117 butir obat yang mengandung Trihexyphenidyl atau yang dikenal di kalangan masyarakat sebagai obat “boje”.
Tidak berhenti di situ, aparat juga menyita 120 butir obat golongan Tramadol yang seharusnya hanya digunakan berdasarkan resep dokter, namun diduga beredar secara bebas tanpa izin edar yang sah.
Wakil Pimpinan Redaksi FMSnews.co.id, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja IPTU Japaruddin beserta seluruh personel Satresnarkoba. Keberhasilan ini dinilai sebagai wujud nyata respons cepat dan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas pokok kepolisian.
“Kinerja yang ditunjukkan dalam waktu dua bulan ini sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa dengan sinergi, ketelitian, dan kesungguhan, kita mampu menekan laju peredaran narkotika meskipun tantangan yang dihadapi semakin kompleks,” ujar pimpinan Polres Polman.
IPTU Japaruddin menyampaikan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim serta dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa perjuangan memberantas narkoba belum selesai dan akan terus berlanjut tanpa henti.
“Kami tidak akan lengah. Setiap informasi yang masuk akan segera kami tindaklanjuti. Narkoba adalah musuh bersama, sehingga pemberantasannya juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tegas IPTU Japaruddin.
Ke depannya, Satresnarkoba Polres Polman berjanji akan terus memperkuat patroli, penyelidikan, serta sosialisasi bahaya narkoba. Langkah ini diambil guna mewujudkan Polewali Mandar yang bersih dari narkotika, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.













