MAJENE, FMSnews.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene bekerja sama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Majene dan Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar kegiatan Pasar Murah Ramadan dan Bazar UMKM guna membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di pelataran ruang Barang Bukti (BB) Kantor Kejari Majene tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi hari, ratusan warga sudah memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Andi Irfan, S.H., M.H., didampingi Ketua IAD Daerah Majene, Ny. Mardyan A. Irfan. Turut hadir para pejabat struktural Kejari Majene, di antaranya Muh. Aslam Fardyllah, S.H. (Kasi Intelijen), M. Yoga Khadafi, S.H., M.H. (Kasi Pidum), Muhith Nur, S.H., M.H. (Kasi Pidsus), Muh. Angga Wilantara, S.H., M.Kn. (Kasi Datun), A.M. Siryan, S.H., M.H. (Kasi PAPBB), serta H. Mahdy Abram, S.H. (Kasubagbin). Selain itu, puluhan anggota IAD dan pegawai Kejari Majene turut terlibat membantu kelancaran kegiatan.
Dalam sambutannya, Kajari Majene Andi Irfan menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian institusi kejaksaan terhadap kondisi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama Ramadan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. Apalagi di bulan Ramadan, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan upaya mendukung stabilitas harga sembako di wilayah Kabupaten Majene melalui kolaborasi dengan Bulog dan pelaku UMKM,” ujarnya.
Dalam pasar murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang relatif lebih rendah dari harga pasar. Beberapa di antaranya yakni bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp35.000 per kilogram, cabai merah Rp18.000 per kilogram, cabai keriting Rp28.000 per kilogram, telur ayam ras Rp53.000 per rak, gula pasir lokal Rp17.000 per kilogram, tepung terigu protein sedang Rp9.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter, serta beras jenis Punakawan Rp74.000 per karung ukuran 5 kilogram.
Selain itu, Bulog juga menyediakan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual dengan harga Rp58.000 per karung ukuran 5 kilogram guna membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau.
Tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bazar UMKM yang menghadirkan lebih dari puluhan pelaku usaha kecil dan menengah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Majene.
Para pelaku UMKM menampilkan beragam produk unggulan lokal, seperti keripik pisang, sambal khas daerah, pakaian tangan, hingga berbagai kerajinan tangan berbahan alam.
Momentum ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan pendapatan usaha mereka, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.
Salah seorang warga, Ana (20) dari Kecamatan Banggae Timur, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut harga bahan pokok yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.
“Di pasar biasa harga telur ayam sekarang sudah sekitar Rp65.000 sampai Rp62.000 per krak. Jadi dengan harga Rp53.000 di sini sangat membantu kami, apalagi kebutuhan rumah tangga saat Ramadan cukup banyak,” ungkapnya sambil membawa sejumlah bahan pokok yang telah dibelinya.
Selain sembako, kegiatan juga menyertakan bazar UMKM yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil mempromosikan dan menjual produk mereka. Banyak masyarakat mengaku terbantu dengan harga yang lebih murah, sementara pihak Kejari Majene berharap dapat terus memperkuat kepedulian dan mendukung stabilitas harga sembako di daerah.













