crossorigin="anonymous">
Mamuju  

Sembunyi-sembunyi Menggali Emas di Tengah Malam, Tambang Ilegal Bonehau Raup Keuntungan Fantastis, 8 Orang Diamankan

MAMUJU – FMSnews.co.id, Praktik penambangan emas ilegal yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi di kawasan Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya terbongkar dan digerebek kepolisian. Lokasi tambang ini diketahui beraktivitas hanya pada tengah malam hingga dini hari demi menghindari pantauan aparat dan warga, namun tetap terendus serta dibekuk jajaran Polresta Mamuju.

Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolresta Mamuju, Ferdyan Indra Fahmi, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (12/5/2026). Ia menjelaskan, informasi awal diterima pihaknya pada Minggu, 3 Mei 2026, berupa laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di kawasan sempadan sungai dan area hutan di Kecamatan Bonehau.

Berdasarkan pantauan dan penyelidikan mendalam, diketahui kelompok pelaku sengaja melakukan aktivitas penambangan mulai pukul 00.00 WITA hingga menjelang subuh. Jadwal yang dipilih ini bukan tanpa alasan, melainkan strategi agar tidak terlihat dan terendus oleh petugas maupun warga sekitar.

Baca Juga  Tim Patmor Polresta Mamuju Tanggapi Laporan Warga, Pasangan Tak Berstatus Suami Istri yang Tinggal Bersama di Kost Diamankan

“Para pelaku sengaja melakukan aktivitas penambangan pada tengah malam hingga menjelang pagi untuk menghindari pantauan petugas dan menghindari ekspos. Mereka bekerja di waktu sepi agar aman dari pengawasan, tapi tetap saja kami lacak dan kami buktikan keberadaannya,” ungkap Ferdyan Indra Fahmi.

Operasi penindakan pun digelar tepat sekitar pukul 01.30 WITA. Saat tiba di lokasi, aparat mendapati satu unit ekskavator sedang beroperasi aktif menggali tanah dan material. Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan berbagai barang bukti utama, antara lain:

  • 1 Unit alat berat ekskavator
  • 1 Unit palong dan mesin pompa air
  • Pipa paralon, selang penyedot, dan perlengkapan pendukung lainnya
  • 11 Lembar karpet penyaring emas serta alat dulang
  • Emas hasil tambang yang belum dimurnikan seberat ± 4 gram
  • 3 Jeriken berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan saksi, terungkap kapasitas produksi tambang liar ini cukup besar. Dalam satu jam operasi, mereka mampu mendapatkan sekitar 4 gram emas mentah. Dengan durasi kerja 4 hingga 5 jam setiap malam, total hasil galian mencapai 15 hingga 20 gram emas per hari.

Baca Juga  Sekda Junda Maulana: Anggaran Terbatas Bukan Alasan, Kolaborasi Kunci Wujudkan Sulbar Maju dan Sejahtera

Jika dikonversikan dengan harga pasar emas saat ini yang berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per gram, maka per hari pelaku meraup keuntungan kotor lebih dari Rp10 juta. Menghitung dari lama operasi yang terungkap, yakni sekitar 15 hari, keuntungan yang dikantongi kelompok ini mencapai angka fantastis: lebih dari Rp300 juta rupiah.

Tak hanya merusak lingkungan dan mengambil kekayaan alam tanpa izin, praktik ini juga terbukti menggunakan BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil. Kebutuhan bahan bakar harian di lokasi tambang mencapai 150 hingga 200 liter.

Baca Juga  Akibat Hujan Deras, Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Mamuju

“Sudah bisa dipastikan BBM subsidi yang digunakan itu diperoleh secara ilegal, bukan lewat jalur resmi. Ini rangkaian kejahatan ganda: merampas kekayaan negara, merusak lingkungan, sekaligus menyalahgunakan subsidi energi rakyat,” tegas Kapolresta.

Dalam operasi ini, polisi telah mengamankan delapan orang, yang terdiri dari tujuh orang pekerja dan satu operator alat berat untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Lebih dari itu, aparat telah mengantongi identitas jelas dari pemodal utama yang menjadi otak dan penanggung jawab operasi tambang ilegal tersebut.

Saat ini kasus masih dalam tahap pengembangan. Polisi berjanji akan menelusuri habis jaringan pemodal, jalur pendistribusian emas hasil curian, serta rantai pasok penyalahgunaan BBM subsidi yang menjadi penopang utama keberhasilan kejahatan ini. Polresta Mamuju menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik penambangan ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0