crossorigin="anonymous">
Mamuju  

Wujudkan Pelayanan Prima, KominfoSS Sulbar Benahi Standar Layanan: Digital, Humanis, dan Ramah Semua Kalangan

MAMUJU – FMSnews.co.id, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik. Langkah strategis ini dicanangkan melalui rapat koordinasi evaluasi dan penyempurnaan standar pelayanan yang dipimpin langsung Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, bersama jajaran Biro Organisasi, Senin (25/5/2026). Upaya ini sejalan dengan misi utama Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk menghadirkan birokrasi yang berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Rapat ini menjadi titik tolak penting dalam memetakan potret riil pelayanan di lingkungan instansi, mulai dari legalitas dokumen, kompetensi sumber daya manusia, ketersediaan sarana prasarana, hingga optimalisasi sistem informasi dan inovasi layanan berbasis digital. Dari pembahasan mendalam tersebut, lahir sejumlah rekomendasi krusial yang akan menjadi pedoman baru dalam pelayanan publik.

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah keterlibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan. Ke depannya, peninjauan maupun penyusunan ulang Standar Pelayanan (SP) wajib melibatkan minimal empat unsur masyarakat, baik secara luring maupun daring. Hal ini dibarengi dengan kewajiban melakukan pemantauan, evaluasi, serta mempublikasikan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) secara berkala agar transparansi terjaga.

Baca Juga  Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Biro Hukum Setda Sulbar Hadiri Rapat Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja 2026

Pada aspek sumber daya manusia dan kedisiplinan, KominfoSS Sulbar dituntut untuk lebih terbuka dan tegas. Jam operasional pelayanan di area Pelayanan Depan (Front Office) harus dipublikasikan secara jelas, termasuk aturan mengenai pelayanan saat jam istirahat, perpanjangan waktu layanan, hingga pelayanan khusus di hari libur.

Tak hanya soal waktu, perilaku aparatur juga menjadi sorotan utama. Seluruh petugas yang berhubungan langsung dengan masyarakat diwajibkan menerapkan budaya pelayanan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) sesuai instruksi pimpinan. Untuk memacu kinerja, regulasi mengenai sistem penghargaan (reward), kesempatan pendidikan dan pelatihan, program beasiswa, serta peningkatan kapasitas SDM pun sedang disusun guna memotivasi pegawai bekerja lebih profesional.

Baca Juga  Gubernur Suhardi Duka Sambut Wamen HAM di Mamuju, Paparkan Kondisi Sulbar Kondusif dan Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen

Pembenahan juga menyasar kenyamanan fisik ruang pelayanan. Ruang tunggu akan dipercantik dan dilengkapi fasilitas penunjang seperti stasiun pengisian daya gawai serta bahan bacaan informasi layanan. Lebih dari itu, pemenuhan hak kelompok rentan menjadi prioritas mutlak yang tak boleh ditunda. Berbagai fasilitas inklusif segera direalisasikan, mulai dari toilet khusus penyandang disabilitas, ruang laktasi/tempat merawat bayi, arena bermain anak, hingga area parkir khusus, di samping pemaksimalan fasilitas umum seperti kantin dan ruang tunggu utama.

Di sisi transformasi digital, KominfoSS Sulbar berkomitmen menyelesaikan integrasi data ke dalam Sistem Informasi Pelayanan Publik Nasional (SIPPN). Website resmi dan media sosial instansi akan dimaksimalkan menjadi pusat informasi lengkap, memuat dokumen Standar Pelayanan, Maklumat Pelayanan, hingga data Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mudah diakses publik.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Berduka, Wakil Gubernur Salim S. Mengga Berpulang

Sebagai bentuk tanggung jawab dan ruang aspirasi, mekanisme pengaduan dan konsultasi masyarakat akan diperkuat. Kotak saran fisik dan ruang khusus pengaduan akan disediakan lengkap dengan papan nama yang jelas. Seluruh alur pengaduan wajib terdokumentasi rapi, dilaporkan berkala, ditampilkan di laman resmi, serta terintegrasi penuh dalam aplikasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – LAPOR!

Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengapresiasi pendampingan intensif dari Biro Organisasi dalam menata ulang sistem pelayanan di lingkungan kerjanya. Ia menegaskan bahwa penilaian masyarakat terhadap birokrasi sangat bergantung pada pengalaman yang mereka rasakan saat berurusan dengan instansi pemerintah.

“Baik buruknya penilaian masyarakat terhadap kinerja birokrasi, tercermin dari bagaimana mereka diterima dan dilayani. Kami bertekad menjadikan KominfoSS Sulbar sebagai instansi teladan yang tidak hanya andal secara teknologi, tetapi juga hangat, humanis, dan profesional dalam setiap pelayanannya,” pungkas Ridwan Djafar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0