crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">
Majene  

Tiga Pilar Hukum Bersatu, Jejak Mulia Samsidar Terukir Abadi

MAJENE – FMSnews.co.id, Suasana haru berbalut rasa syukur mendalam menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Majene yang berubah menjadi saksi sejarah persaudaraan nusantara. Gedung itu berdiri tegap menyaksikan acara pisah sambut Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Majene, sebuah peristiwa yang melampaui sekadar serah terima jabatan rutin. Di sini, seluruh elemen bangsa berkumpul dalam satu irama hati: melepas kepergian Samsidar, S.H., M.H., yang mengukir sejarah indah sebelum melanjutkan pengabdian ke Kabupaten Mamuju, serta menyambut Mahdys Syam, S.H., M.H., pemimpin baru yang dipercaya meneruskan estafet pelayanan keadilan bagi masyarakat tanah Mandar.

Keistimewaan acara ini tergambar jelas dari kehadiran utuh tiga pilar utama penegak hukum dan pertahanan daerah. Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Majene Andi Irfan, S.H., M.H., serta Komandan Kodim 1401/Majene Letkol Czi Aji Setyawan, S.H., hadir serentak berdampingan. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk penghormatan tertinggi dan pengakuan nyata bahwa selama memimpin, Samsidar berhasil menjahit erat kerja sama antarlembaga menjadi satu kekuatan yang tak tergoyahkan demi menjaga kedamaian dan stabilitas Majene.

Nuansa kekeluargaan semakin terasa lengkap dengan kehadiran pucuk pimpinan daerah: Bupati Majene Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd., Sekretaris Daerah H. Ardiansyah, S.STP., Ketua Pengadilan Negeri Majene, pimpinan instansi vertikal, hingga para tokoh adat dan agama. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa di Majene, perbedaan jabatan dan latar belakang melebur menjadi satu tekad suci: memajukan daerah dan melayani rakyat dengan tulus dan sepenuh hati.

Baca Juga  DETIK KRITIS PILDEK FKIP UNSULBAR: Batas Waktu 16.00 WITA Dilanggar? Berkas Masuk Jam 16.25 Tetap Diterima?

Selama menakhodai Pengadilan Agama Majene, nama Samsidar tercatat sebagai babak keemasan dalam sejarah lembaga tersebut. Ia dikenal sebagai pemimpin visioner yang memegang teguh prinsip: hukum harus tegak lurus, namun penegakannya harus tetap menyejukkan hati. Di tangan Samsidar, pengadilan yang kerap dianggap kaku bertransformasi menjadi rumah keadilan yang terbuka, ramah, dan terpercaya. Ia piawai menjembatani kepentingan polisi, kejaksaan, militer, dan pemerintah, menciptakan harmoni kerja yang menjadi pondasi kokoh kondusivitas wilayah ini.

“Sinergitas yang indah dan damai yang kita nikmati hari ini adalah buah pemikiran bijak dan keteladanan Ibu Samsidar. Beliau mengajarkan kami bahwa perbedaan tugas antarlembaga bukanlah tembok pemisah, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan. Kehadiran kami bertiga berdiri di sini adalah tanda hormat atas dedikasinya, sekaligus janji kami bahwa ikatan persaudaraan dan kerja sama ini akan senantiasa kami rawat dan lestarikan bersama pemimpin yang baru,” tegas AKBP Muhammad Amiruddin mewakili rekan pilar hukum lainnya.

Baca Juga  Tragedi Keluarga di Majene, Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Teraman Bagi Anak

Momen paling menyayat hati sekaligus membanggakan terlukis saat keluarga besar Kerukunan Perantau Masyarakat Bone (KPM Bone) Majene maju memberikan penghormatan terakhir. Bagi ribuan warga asal Sulawesi Selatan yang meniti kehidupan di tanah rantau ini, Samsidar bukan sekadar pejabat negara, melainkan kebanggaan keluarga, sosok yang selalu menjaga nama baik asal daerah dan merangkul sesama perantau layak saudara kandung. Dengan mata berkaca-kaca dan doa terangkai indah dari sanubari, mereka mengantar keberangkatan Samsidar seraya mengukuhkan janji abadi: “Meski jarak memisahkan raga ribuan kilometer, hati dan persaudaraan kita tetap terikat erat hingga akhir waktu.”

Baca Juga  Keluarga Korban Penganiayaan Irfan Syarif Minta Pelaku Ditahan

Puncak acara yang penuh kenangan ditutup dengan penyerahan cenderamata istimewa. Benda bernilai sejarah itu diserahkan sebagai simbol kekal, bukti tertulis bahwa jasa, pengabdian, dan kebaikan yang ditorehkan Samsidar tidak akan pernah hilang ditelan zaman, melainkan tersimpan harum dan terawat rapi dalam lembaran emas sejarah Kabupaten Majene.

Kini, estafet kepemimpinan resmi beralih ke tangan Mahdys Syam, S.H., M.H. Di bawah sorotan harapan besar seluruh masyarakat Majene, Mahdys Syam dipanggil untuk memelihara keharmonisan yang telah terbangun kokoh dan membawa lembaga peradilan agama melangkah lebih jauh menuju pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan bermutu tinggi. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat luas telah terbentang lebar, siap mendampingi setiap langkah inovasi barunya.

Pisah sambut ini menjadi pesan indah yang terkirim ke segenap penjuru Nusantara: kekuatan persatuan aparat penegak hukum adalah pondasi kokoh kedamaian negeri, dan pemimpin yang mengemban amanah dengan ketulusan hati akan selalu meninggalkan rindu mendalam serta warisan mulia yang abadi sepanjang masa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0