Narkotika Dominasi Kasus, Sinergi Penegak Hukum Pastikan Barang Bukti Tak Kembali Beredar
MAMUJU – FMSnews.co.id, Komitmen memberantas kejahatan dan melindungi masyarakat dari ancaman narkoba kembali ditunjukkan aparat penegak hukum melalui pemusnahan barang bukti dan barang rampasan dari 104 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Mamuju, Rabu (10/6/2026), dan dihadiri langsung Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi serta sejumlah unsur Forkopimda.
Dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju Fitri Zulfahmi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses hukum berjalan tuntas hingga tahap akhir. Dari total 104 perkara, sebanyak 80 di antaranya adalah kasus narkotika – menunjukkan bahwa peredaran gelap zat adiktif masih menjadi tantangan utama di wilayah hukum yang meliputi Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah. Sisanya terdiri dari 20 perkara pencurian dan tindak pidana harta benda, serta 4 perkara keamanan negara dan tindak pidana umum lainnya.
Barang bukti yang dimusnahkan mencapai jumlah yang cukup signifikan, di antaranya:
239 sachet sabu dengan berat total sekitar 363,82 gram
1 butir pil ekstasi dan 1.470 tablet tramadol
39.538 butir obat golongan G
Berbagai peralatan produksi dan peredaran narkotika
Barang bukti dari kasus lain seperti senjata tajam, perangkat elektronik, hingga 1.500 kilogram ikan sulir hasil penangkapan ilegal
Beberapa kasus besar yang dimusnahkan di antaranya milik Alimuddin (246,02 gram sabu), Arfan Faisal alias Emenk (54,46 gram), Dandi Nugroho (12,12 gram), serta kasus Irfan yang memiliki 32.000 butir obat golongan G.
Kajari Mamuju Fitri Zulfahmi menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar prosedur rutin, melainkan langkah penting untuk memastikan barang bukti tidak dapat disalahgunakan atau kembali beredar di masyarakat. “Ini adalah pelaksanaan putusan pengadilan yang sah. Kami pastikan tidak ada celah bagi barang terlarang ini untuk berputar kembali,” tegasnya.
Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menambahkan bahwa kegiatan ini juga mencerminkan kerja sama yang solid antarinstansi. “Sinergi ini menjadi kekuatan utama kami. Kami mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif melaporkan setiap informasi terkait peredaran narkoba agar Mamuju dan sekitarnya bebas dari ancaman ini,” ujarnya.
Dengan pemusnahan ini, aparat berharap dapat memberikan efek jera bagi calon pelaku sekaligus meningkatkan kepercayaan publik bahwa penegakan hukum berjalan secara transparan, tegas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.













