crossorigin="anonymous">
Majene  

Kerja Bakti, Penanaman Pohon, hingga Penghargaan Lingkungan Warnai Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene mencatatkan lembaran sejarah baru dalam upaya pelestarian alam. Pada Sabtu, 6 Juni 2026, serangkaian kegiatan meriah dan penuh makna digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mengusung tema nasional “Act Now for Climate – Saatnya Bekerja untuk Iklim”, puncak acara ditandai pemukulan gong secara resmi mencanangkan Gerakan Indonesia Asri, gerakan besar menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah bagi seluruh warga Sulawesi Barat.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan antusiasme tinggi dari seluruh elemen masyarakat. Rangkaian diawali kerja bakti massal membersihkan ruang publik dan penanaman ribuan pohon secara serentak sebagai simbol nyata pemulihan fungsi alam. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menyaksikan siaran langsung telekonferensi Presiden Republik Indonesia, yang menyerukan persatuan seluruh daerah di tanah air untuk bergerak cepat menekan laju perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Majene Dr. H. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharoe, M.Pd, jajaran Muspida, Komando Distrik Militer 1401 Majene, unsur Kepolisian yang diwakili Waka Polres Kompol Andri Aryansyah, S.I.K., Ketua Pengadilan Agama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Harun Hadaming, S.Sos, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, serta pimpinan PT Mampie Indah Perkasa selaku mitra strategis pembangunan daerah.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Polres Majene Silahturahmi ke Ponpes

Dalam pidato peresmian gerakan, Bupati Achmad Syukri menegaskan bahwa pola pikir masyarakat harus berubah total. Penanganan sampah tidak boleh lagi hanya bergantung pada petugas kebersihan atau sekadar memindahkan masalah ke Tempat Pembuangan Akhir. Paradigma baru yang ditanamkan adalah pengelolaan terpadu yang dimulai dari dapur dan halaman rumah masing-masing.

“Kita tinggalkan kebiasaan lama. Sampah wajib dipilah sejak dari sumbernya. Yang bernilai ekonomi kita kumpulkan, yang bisa terurai kita jadikan pupuk, dan sisanya kita kelola dengan aman. Ini kontribusi nyata kita menjaga bumi, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi warga. Lingkungan bersih bukan warisan leluhur, melainkan titipan untuk anak cucu,” tegas Bupati Achmad Syukri saat memukul gong tanda dimulainya gerakan.

Baca Juga  Penamatan dan Perpisahan Kelas IX SMPN 1 Majene, Andi Syukri: Pendidikan Tolok Ukur Kemajuan Bangsa

Dukungan dunia usaha turut mewarnai momen bersejarah ini. PT Mampie Indah Perkasa menyerahkan bantuan berupa lima unit kendaraan motor roda tiga operasional kepada pemerintah kabupaten. Kendaraan ini nantinya dikelola Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk memperkuat armada pengangkutan hingga ke pelosok desa, menjamin layanan kebersihan yang lebih merata dan cepat.

Sebagai wujud apresiasi dan penyemangat, penghargaan lingkungan tertinggi diserahkan kepada pihak-pihak yang dinilai paling konsisten, inovatif, dan berdedikasi menjaga kelestarian alam selama periode 2023 hingga 2026. Penerima penghargaan dibagi ke dalam tiga kategori utama:

Sekolah dengan Pembelajaran Lingkungan Terbaik: Diraih SMAN 1 Majene dan SDN 2 Kampung Baru. Kedua institusi ini dinilai sukses mengintegrasikan materi lingkungan ke dalam kurikulum serta membentuk karakter siswa yang cinta kebersihan dan alam.

Baca Juga  Pemda Majene Sampaikan Duka Musibah Tewasnya Tim DLHK

Bank Sampah Teraktif: Berhasil disabet MTS DDI Majene, Puskesmas Lembang, dan Stikes Bina Bangsa Majene. Penilaian mencakup jumlah nasabah aktif, volume sampah yang diolah, inovasi program, serta kontribusi nyata mengurangi timbunan sampah di TPA.

Pemerhati Lingkungan: Penghargaan ini disematkan kepada tiga tokoh inspiratif: Aslan Sidang dari Relawan Siaga 86 atas edukasi masyarakat; Hasria dari Komunitas Kobar Lestari yang gigih menjaga populasi penyu dan ekosistem pantai; serta Ardiansyah dari Estuaria Indonesia yang konsisten melindungi keanekaragaman hayati pesisir Majene.

Puncak acara ditutup dengan penandatanganan piagam komitmen pemilahan sampah dari sumber oleh seluruh pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat. Tanda tangan ini menjadi janji tertulis bahwa mulai hari ini, Majene bergerak menjadi daerah percontohan lingkungan bersih dan tangguh iklim di Sulawesi Barat, menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0