crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">

Pencurian di Tengah Kebun: Uang Rp15,9 Juta Raib, Suara Langkah Sempat Disangka Babi Hutan

POLMAN – FMSnews.co.id, Sebuah kejadian meresahkan menimpa Rahman (58), warga Kabupaten Polewali Mandar. Aksi pencurian cerdik terjadi di Dusun Mammi I, Desa Mammi, Kecamatan Binuang, saat korban dan keluarganya sibuk menjaga kebun rambutan yang sedang berbuah lebat. Kerugian yang dialami pemilik usaha ini mencapai hampir Rp16 juta, sementara suara yang menjadi satu-satunya tanda kehadiran pelaku sempat dianggap gangguan hewan liar.

Kejadian berlangsung pada Minggu malam, 7 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WITA. Saat suasana mulai sepi dan hening, istri korban sempat mendengar suara gemerisik langkah kaki menginjak dedaunan kering di bagian belakang rumah. Namun, karena lokasi hunian dikelilingi perkebunan dan kerap dilalui hewan liar, suara itu dianggap biasa saja. “Kami pikir itu hanya babi hutan yang lewat mencari makan, jadi tidak ada rasa curiga sedikit pun,” kenang keluarga korban.

Keesokan paginya, sekitar pukul 05.30 WITA, keamanan rumah itu terkuak telah diganggu. Rahman dan istrinya terkejut mendapati pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka lebar, padahal malam sebelumnya telah dikunci rapat. Pemeriksaan segera dilakukan, dan kenyataan pahit pun terungkap: tas raket tempat menyimpan uang hasil usaha senilai Rp15.900.000 beserta dokumen penting berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) raib tak berbekas.

Baca Juga  Bongkar Jaringan Eksploitasi Anak, Polres Polman Tetapkan Empat Orang Tersangka

Pencarian dilakukan menyusuri semak-semak sekitar kediaman. Tak jauh dari rumah, tepatnya di sela-sela pohon kakao, tas dan dompet milik Rahman ditemukan tergeletak berserakan dalam keadaan kosong. Barang berharga telah dilucuti habis, meninggalkan jejak bahwa pelaku bertindak cepat dan terarah. Saat kejadian berlangsung, korban dan istrinya berada di rumah kebun yang jaraknya hanya sekitar 30 meter dari rumah utama, mengawasi rambutan yang siap dipanen, namun jarak pendek itu ternyata tidak cukup untuk mencegah ulah tangan jahil.

Baca Juga  Pelarian Residivis Berakhir di Jembatan Bolong! DPO Begal-Pemerkosa Kurir Perempuan Ditembak Polisi

Mendapat kabar kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Mammi, BRIPKA J. Arianto, ED, langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi, anggota kepolisian melakukan pemantauan, mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan tidak ada jejak yang terlewatkan untuk keperluan penyelidikan.

BRIPKA J. Arianto mengimbau seluruh masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di tengah hamparan perkebunan atau agak berjauhan dari kerumunan tetangga, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. “Wilayah yang dikelilingi tanaman dan agak terpencil sering kali menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Warga diminta memasang sistem keamanan tambahan, saling berpesan tetangga, dan jangan menyepelekan suara-suara asing di malam hari. Segera hubungi polisi jika menemukan sesuatu yang mencurigakan,” pesannya tegas.

Baca Juga  Anak 10 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Luyo, Terduga Pelaku Diamankan – Hukuman Berat Menanti Jika Terbukti

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu laporan resmi dari Rahman untuk membuka lembar penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas pelaku dan mengembalikan hak milik korban. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kewaspadaan adalah benteng terkuat menjaga harta benda, meski tinggal di lingkungan yang selama ini terasa aman dan damai.

Humas Polres Polewali Mandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0