MAJENE – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap alam membara di seluruh penjuru Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diperingati secara meriah dan bermakna tinggi melalui serangkaian aksi nyata: bersih-bersih fasilitas umum, penanaman pohon serentak, hingga penganugerahan penghargaan bagi para pejuang lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata persatuan seluruh elemen masyarakat dalam menekan dampak buruk perubahan iklim yang kian terasa dampaknya.
Pagi itu, ratusan peserta berkumpul dengan semangat yang sama. Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Majene, Kompol Andri Aryansyah, S.I.K., yang turun langsung ke lapangan bergotong royong. Turut hadir dan memberikan arahan, Bupati Majene Dr. H. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharoe, M.Pd, Kadis DLHK kabupaten majene Harun Hadaming, S. Sos, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, personel kepolisian, dunia pendidikan, komunitas pecinta alam, hingga warga biasa yang peduli masa depan bumi.
Di tengah tantangan suhu udara yang makin panas, pencemaran yang mengancam kesehatan, serta berkurangnya ruang terbuka hijau, momen ini dijadikan titik balik kesadaran kolektif. Semua sepakat bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan janji bersama untuk bergerak berkelanjutan demi warisan terbaik bagi anak cucu kelak.
Kompol Andri Aryansyah menegaskan kembali filosofi dasar pelestarian alam: menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua, tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah atau petugas kebersihan semata.
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pengingat abadi. Bumi yang sehat adalah harta paling mahal yang akan kita titipkan ke generasi penerus. Lewat kerja bakti, menanam pohon, dan edukasi, kita sedang membangun budaya baru: budaya cinta alam yang tidak berhenti hari ini saja, tapi berjalan seumur hidup,” tegas Kompol Andri di hadapan ratusan peserta yang antusias.
Rangkaian aksi dimulai dengan gerakan bersih-bersih massal. Fasilitas umum, saluran irigasi, jalan utama, hingga titik keramaian dibersihkan menyeluruh. Terlihat jelas semangat kebersamaan saat warga saling membantu mengangkut sampah, memastikan lingkungan kembali rapi, bersih, dan nyaman untuk dimanfaatkan bersama.
Setelah lingkungan bersih, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman ribuan pohon di lokasi strategis dan lahan kosong. Pohon yang ditanam merupakan jenis yang mampu menyerap karbon, mencegah erosi tanah, serta bermanfaat bagi keseimbangan ekosistem. Langkah ini adalah kontribusi Majene mendukung target nasional penanaman miliaran pohon demi mendinginkan suhu bumi.
Puncak acara semakin istimewa saat Bupati Achmad Syukri didampingi Wakil Bupati Andi Rita Mariani menyerahkan penghargaan lingkungan tertinggi. Apresiasi ini diberikan kepada individu, kelompok, maupun lembaga yang dinilai paling konsisten, kreatif, dan berjasa besar menjaga kebersihan serta kelestarian alam di lingkungan masing-masing selama bertahun-tahun.
Pemberian penghargaan ini bertujuan memotivasi masyarakat luas agar semakin banyak warga Majene yang tergerak menjadi garda terdepan menjaga alam, menjadikan lingkungan bersih sebagai kebanggaan diri.
Menutup rangkaian acara, Wakapolres Andri Aryansyah mengajak seluruh warga membawa pulang semangat hari ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kontribusi besar selalu bermula dari langkah-langkah kecil yang sederhana namun dilakukan dengan disiplin.
“Mari mulai dari rumah sendiri: buang sampah pada tempatnya, kurangi plastik sekali pakai, rawat kebersihan pekarangan, dan jadikan menanam pohon sebagai hobi mulia. Jika kebiasaan baik ini dilakukan serentak oleh jutaan tangan, dampaknya akan sangat dahsyat untuk menyelamatkan bumi kita,” pesan Kompol Andri mengakhiri kegiatan.
Lewat aksi-aksi nyata ini, Majene kembali menegaskan komitmennya menjadi daerah percontohan yang hijau, bersih, dan sejahtera, selaras dengan Gerakan Nasional Indonesia Asri – Aman, Sehat, Resik, dan Indah, menuju visi besar Indonesia Emas 2045.













