JAKARTA, FMSnews,co.id. – Pemerintah Kabupaten Majene melakukan audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu (11/3) untuk memperkuat sinergi pusat-daerah dalam percepatan pembangunan. Pertemuan yang diterima Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri Iwan Kurniawan ini membahas sejumlah program prioritas daerah yang membutuhkan dukungan koordinasi.
Dihadiri Wakil Bupati Majene bersama pejabat terkait dari Bappeda, Dinas Pertanian, Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Bidang Makro, audiensi ini menjadi momentum strategis untuk menyampaikan agenda pembangunan.
Salah satu fokus utama adalah penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang mencatat sekitar 11.600 unit yang perlu ditangani bertahap. Selain itu, juga dibahas upaya pengentasan kawasan permukiman kumuh untuk meningkatkan kualitas lingkungan hunian masyarakat.
Selain sektor perumahan, Pemkab Majene juga memaparkan program Majene Terang, yang akan menambah sekitar 200 titik penerangan jalan umum pada tahun 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas malam hari.
Di bidang infrastruktur, daerah mengusulkan perbaikan 42 titik jembatan penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi. Renovasi fasilitas pemerintahan seperti kantor daerah dan gedung DPR juga termasuk dalam agenda pembahasan.
Pemkab Majene berharap melalui kolaborasi yang baik dengan pemerintah pusat, berbagai program tersebut dapat terealisasi secara optimal dan berkelanjutan untuk mendorong pembangunan merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.













