crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">
Mamuju  

Enam Bulan Berdiri, Bapenda Sulbar Teguhkan Fondasi Administrasi Tertib dan Akuntabel

MAMUJU – FMSnews.co.id, Meski baru menginjak usia enam bulan sejak resmi terbentuk, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat tidak mau berjalan lambat. Sejak dini, lembaga ini bertekad membangun fondasi organisasi yang kokoh, tertib, dan terpercaya. Komitmen itu terlihat nyata saat menyambut pelaksanaan Pengawasan Kearsipan Internal yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulbar, Senin 8 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh sistem administrasi dan pengelolaan dokumen berjalan sesuai standar perundang-undangan yang berlaku. Kehadiran tim pengawas disambut langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Bapenda Sulbar, Gaffar, didampingi Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha A. Anshari AS beserta seluruh jajaran pengelola arsip. Sementara dari tim pembina dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, Daniel Tiranda.

Pengawasan ini tidak hanya bersifat pemeriksaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bersama. Tim meninjau kelengkapan dokumen, penataan tata naskah dinas, sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip, hingga kesiapan sarana prasarana yang mendukung. Tujuannya agar pengelolaan arsip di Bapenda Sulbar berjalan sistematis, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Fokus Tekan Pengangguran, Forum Konsultasi RKPD 2027 Sulbar Digelar

Langkah ini juga sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang senantiasa mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.

Baca Juga  "PERS SEHAT, PEMBANGUNAN DAN DEMOKRASI JUGA SEHAT"

Sebagai organisasi yang masih muda, antusiasme seluruh jajaran Bapenda Sulbar sangat terlihat. Mereka aktif menyiapkan segala kebutuhan penilaian dan terbuka menerima masukan untuk perbaikan. Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa pengelolaan arsip yang rapi adalah pondasi utama institusi yang sehat.

“Bagi kami, arsip bukan sekadar tumpukan kertas yang disimpan. Ia adalah bukti pertanggungjawaban, acuan pengambilan keputusan, dan jaminan keberlanjutan organisasi. Kami ingin sejak awal membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi ketertiban dan akuntabilitas,” ujar Abdul Wahab.

Baca Juga  Kalaksa BPBD Sulbar Dukung Sidak Disiplin ASN untuk Penegakan Disiplin dan Profesionalisme Kerja Perangkat Daerah

Ia menambahkan, usia yang masih muda justru menjadi keuntungan untuk membangun sistem yang kuat tanpa beban kebiasaan lama. “Ini waktu yang tepat untuk membangun fondasi yang benar. Kami ingin Bapenda Sulbar tumbuh menjadi lembaga yang profesional, adaptif, dan selalu dipercaya masyarakat dalam mengelola keuangan daerah,” tambahnya.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif. Berbagai tantangan di lapangan dibahas bersama untuk dicarikan solusi terbaik. Harapannya, penguatan administrasi ini akan mendorong kinerja Bapenda Sulbar semakin optimal dalam menggali potensi pendapatan daerah guna mendorong pembangunan di Sulawesi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0