Bahas Target Pendapatan, DPRD Majene Hadirkan 3 OPD

Anggota DPRD Majene yang juga Ketua Bapemperda Abdul Wahab saat menghadiri rapat Banggar bersama para pimpinan OPD. (FMSNEWS.CO.ID/egi)

MAJENE, FMSNEWS.CO.ID – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Majene kembali melanjutkan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jumat, 11 November 2022 malam. Pada pertemuan kali ini tiga OPD dihadirkan untuk menyampaikan realisasi capaian 2022 dan target pendapatan tahun 2023.

Ketiga OPD tersebut yakni Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan.

Pimpinan Banggar yang juga Wakil Ketua II DPRD Majene Adi Ahsan di awal pertemuan ini mengatakan, lembaganya sebagai pengawas pemerintah akan melakukan monitoring secara berkala terhadap realisasi dan capaian target di semua OPD. Karena itu, setelah satu semester pelaksanaan program pihaknya akan melakukan evaluasi seluruh program kerja di OPD lingkup Pemda Majene.

Baca Juga  Fraksi GSP Dorong Ranperda Adat Istiadat yang Dinamis dan Adaptif terhadap Zaman

“Kita akan lakukan evaluasi setiap 2 bulan,” ujar Adi Ahsan.

Sementara itu, Dinas Perhubungan yang sebelumnya diminta melakukan revisi target telah memutuskan mengubah dari Rp800 miliar lebih target PAD menjadi Rp1,2 miliar.

Kepala OPD dalam rapat Banggar DPRD Majene membahas RAPBD pada poin pendapatan di masing-masing OPD. Kali ini Banggar DPRD menghadirkan para pimpinan dan staf secara bergantian. (Foto: FMSNEWS.CO.ID/egi)

Kepala Dinas Perhubungan Mukhlis mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah yang lebih real dan konkrit untuk dapat mengejar capaian pendapatan asli daerah dari sektor retribusi yang selama ini berperan penting dalam penarikan atau pengumpulan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Dinas Perhubungan.

“Ya kita tentu akan mencoba untuk memaksimalkan ini pak ketua,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus Pembunuhan, PN Majene Vonis Mantan Kades Onang

Sementara Kepala Dinas Pendidikan H Mitthar, juga mematok target Rp93 juta pendapatan di tahun 2022. Target tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu Rp200 juta.

“Penurunan target ini kata disebabkan oleh adanya regulasi yang belum dituntaskan di tahun ini,” ujar Mitthar.

Dikatakan, regulasi Perda yang belum selesai itu menghambat Dinas Pendidikan melakukan penarikan retribusi di sejumlah aset daerah yang dinaungi oleh dinas tersebut.
“Kami berharap Perda ini selesai tahun ini sehingga kemudian target ini bisa dirubah,” kata Mitthar dalam pertemuan itu.

Sekretaris TAPD Kasman Kabil menanggapi hal itu, mengusulkan kepada Dinas Pendidikan untuk menaikkan target menjadi Rp100 juta, karena dinilai masih ada potensi untuk menggaet PAD yang melebihi angka yang sebelumnya dipatok yakni Rp93 juta.

Baca Juga  Bahtiar Tekankan Pemda Majene Fokus Pengembangan Kambing dan Bawang

Anggota DPRD Napirman juga sebelumnya minta Disdikpora menaikkan target menjadi Rp100 juta.

Di tempat sama, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan mematok target PAD Tahun 2022 senilai Rp1,8 miliar. Target PAD tersebut bakal digali dari retribusi los pasar Sentral Majene serta pasar tradisional lainnya di kecamatan.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Busri K, mengaku optimis dapat merealisasikan target tersebut, sebab di tahun sebelumnya pencapaian yang sama juga dilakukan oleh dinas yang dipimpinnya. (Adv/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0