crossorigin="anonymous">

Diduga Ingin Berenang Usai Memancing, Bocah 9 Tahun di Wonomulyo Polman Tewas Tenggelam di Irigasi

POLMAN – FMSnews.co.id, Kesedihan mendalam menyelimuti warga Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, setelah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama inisial MA meninggal dunia akibat terseret arus deras di saluran irigasi setempat, Kamis pagi (14/5/2026). Musibah nahas itu terjadi saat korban sedang bermain dan memancing bersama dua orang temannya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WITA, ketika MA dan kedua rekannya pergi ke lokasi saluran irigasi untuk memancing. Diduga, di tengah kegiatan tersebut, korban turun ke aliran air untuk berenang. Namun, arus yang ternyata cukup kuat dan deras tiba-tiba menyeret tubuh korban menjauh hingga terbawa ke arah pintu air.

Arus yang kencang dan kedalaman saluran mencapai sekitar dua meter membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri maupun berenang ke tepian. Warga sekitar yang melihat kejadian itu bergegas melakukan pencarian dan upaya pertolongan. Namun, setelah berhasil dievakuasi ke tepi, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. Tubuh MA ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, lalu segera dibawa ke rumah duka.

Baca Juga  Tragedi Keluarga di Majene, Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Teraman Bagi Anak

Mendapat laporan kejadian, Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, segera mendatangi lokasi didampingi personel kepolisian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata, termasuk dua teman korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga penyebab kematian adalah tenggelam. Selain kedalaman dan arus yang kuat, kondisi dasar saluran irigasi yang dipenuhi bebatuan tajam dan material keras diduga memperparah keadaan saat tubuh korban terseret, sehingga sulit untuk naik ke permukaan.

Baca Juga  Polisi Ungkap Penyebab Ludesnya Rumah Jabbar, Kerugian Rp50 Juta

Pihak keluarga besar korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan takdir yang tidak dapat dihindari. Mereka juga menyampaikan keberatan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah, dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan pemeriksaan lanjut tersebut. Rencananya, pemakaman korban akan dilaksanakan pada Kamis siang ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sumberjo.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat, bahwa saluran irigasi maupun aliran sungai yang terlihat tenang dan dangkal dari tepi, sesungguhnya menyimpan bahaya besar, apalagi saat debit air sedang tinggi atau arus deras. Bagi anak-anak, lokasi-lokasi tersebut sangat berisiko fatal karena perbedaan kedalaman dan kondisi dasar saluran yang tidak rata.

Baca Juga  Tragedi Sungai Mandar: Warga Tinambung Diterkam Buaya, Jasad Ditemukan Usai Pencarian 3 Jam

Pihak kepolisian pun kembali mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh orang tua dan warga. Kapolsek mengingatkan agar para orang tua memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, serta melarang keras anak bermain, mandi, atau memancing sendirian maupun berkelompok di dekat aliran irigasi, sungai, atau saluran air tanpa pendampingan orang dewasa.

“Peristiwa ini sangat memilukan. Kami mengimbau seluruh orang tua untuk lebih waspada dan menjaga anak-anak agar tidak mendekat ke aliran air yang berbahaya. Pengawasan adalah kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali dan merenggut nyawa anak-anak kita,” tegas AKP Sandy Indrajatiwiguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0