Tegaskan Sinergi Polisi–Farmasi Jaga Keamanan Obat dan Berantas Peredaran Narkoba
MAJENE, FMSnews.co.id, – Peringatan Hari Persatuan Farmasi Indonesia (HPI) Tahun 2026 yang jatuh pada 13 Februari mendapatkan perhatian khusus dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Majene. Kepala Polres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara kepolisian dan profesi farmasi dalam menjaga keamanan obat, meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, serta memperkuat upaya pemberantasan narkotika dan penyalahgunaan zat adiktif.
AKBP Muhammad Amiruddin menegaskan bahwa tenaga farmasi memiliki posisi krusial dalam sistem kesehatan nasional, sekaligus berperan sebagai mitra penting dalam mendukung upaya kepolisian dalam pencegahan dan penindakan penyalahgunaan obat serta narkotika.
“Tenaga farmasi bukan hanya bertugas menyediakan obat yang aman, bermutu, dan sesuai standar nasional, tetapi juga menjadi garda terdepan dan mitra strategis dalam mencegah peredaran obat terlarang, penyalahgunaan zat adiktif yang membahayakan generasi bangsa, serta mendeteksi potensi penyalahgunaan resep medis,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima kantor berita nasional.
Menurutnya, koordinasi yang telah terjalin antara Polres Majene dan praktisi farmasi di Kabupaten Majene telah memberikan kontribusi nyata dalam mengidentifikasi dan menangani berbagai kasus, mulai dari penyalahgunaan resep obat yang mengandung zat psikoaktif, peredaran obat tanpa izin edar resmi, hingga indikasi distribusi obat palsu yang dapat membahayakan keselamatan konsumen.
“Sinergi ini sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh akses yang layak terhadap obat yang legal, tepat guna, dan aman dikonsumsi, sekaligus mencegah masuknya barang haram yang dapat merusak kesehatan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.
Peringatan HPI tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, khususnya antara aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan organisasi profesi farmasi. Humas Polres Majene menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai program edukasi, sosialisasi, dan pengawasan yang digagas PAFI guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara rasional dan pencegahan penyalahgunaan zat berbahaya.
“Kami mengajak seluruh tenaga farmasi di wilayah Majene dan seluruh Indonesia untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan setiap indikasi penyimpangan dalam distribusi atau penggunaan obat. Kolaborasi lintas profesi ini adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar perwakilan Humas Polres Majene.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan terus melakukan sosialisasi kepada praktisi farmasi tentang tanda-tanda penyalahgunaan obat dan prosedur pelaporan yang benar, serta memberikan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan obat dan narkotika.
Dalam kesempatan peringatan HPI 2026 ini, Kapolres Majene juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh profesional farmasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majene, atas kontribusi yang telah diberikan dalam menjaga kualitas layanan kesehatan dan keamanan obat bagi masyarakat.
“Peran profesi farmasi dalam menjaga kualitas layanan kesehatan dan keamanan obat sangat strategis dan tidak dapat disepelekan. Saya berharap para profesional farmasi terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas, serta semakin erat menjalin kerja sama dengan kepolisian demi kesejahteraan bersama,” pungkas AKBP Muhammad Amiruddin.
Peringatan Hari Persatuan Farmasi Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan yang memperkuat persatuan antar praktisi farmasi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam penguatan sinergi multidisiplin demi perlindungan kesehatan masyarakat dan pengawasan ketat terhadap peredaran obat serta zat berbahaya di seluruh Tanah Air.













