MAJENE, FMSNEWS.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene, Rahman, menunjukkan komitmennya terhadap daerah pemilihan dengan turun langsung ke wilayah pegunungan di Kecamatan Malunda.
Pada hari Selasa, 18 Oktober 2022, Rahman memimpin sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti bersama warga setempat di bagian pegunungan Kecamatan Malunda, sebuah kawasan yang secara topografi didominasi oleh perbukitan hingga dataran tinggi.
Kegiatan ini bukan sekadar gotong royong membersihkan lingkungan, tetapi menjadi momen penting untuk menjalin dialog dan mendengarkan langsung suara serta keluhan dari masyarakat yang bermukim di daerah terpencil.
Kegiatan kerja bakti yang dipusatkan di jalur vital wilayah pegunungan ini melibatkan puluhan warga dari tiga desa, yaitu Salutahongan, Lombang, dan Lombang Timur. Ketiga desa ini dikenal memiliki akses yang cukup menantang menuju pusat kecamatan dan sentra ekonomi.
“Tadi kita kerja bakti, semangat kebersamaan kita bangun bersama warga, ya kita bahu-membahu membersihkan bahu jalan dan selokan,” ujar politikus Partai Gerindra ini.
Rahman menunjukkan budaya gotong royong yang menjadi kunci kekuatan komunitas di Majene.
Usai melaksanakan kerja bakti, dilanjutkan sesi dialog yang berlangsung hangat dan terbuka. Isu utama yang menjadi keluhan dominan dan paling mendesak yang disampaikan masyarakat adalah kondisi sarana jalan.
“Masyarakat dari tiga desa itu masih sangat sulit mengakses jalan ke poros, ini perlu perhatian bersama,” terang Rahman.
Ia mengatakan, secara bergantian warga menyampaikan betapa vitalnya perbaikan dan peningkatan kualitas akses jalan yang menghubungkan desa mereka ke pusat Kecamatan Malunda. Jalan yang rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan, menghambat mobilisasi hasil bumi dan sangat memengaruhi biaya logistik.
Seorang perwakilan warga, Irwan, menjelaskan kesulitan yang mereka hadapi. “Akses jalan yang baik adalah urat nadi ekonomi kami. Tanpa jalan yang layak, harga hasil pertanian kami menjadi jatuh karena sulit diangkut, dan kami juga kesulitan jika ada warga yang sakit mendadak dan harus dibawa ke layanan kesehatan di kecamatan. Kami mohon bantuan Bapak Rahman untuk ini,” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Selain infrastruktur jalan, Rahman juga menerima sejumlah masukan krusial mengenai perbaikan kualitas layanan publik dasar di wilayah mereka. Masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Majene lebih serius memperhatikan penyediaan fasilitas dan ketersediaan tenaga medis, serta guru yang memadai di daerah terpencil.
Permintaan ini muncul mengingat rendahnya jumlah tenaga pengajar dan fasilitas kesehatan yang terbatas, yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan anak-anak desa dan keselamatan kesehatan warga.
Menanggapi tumpukan keluhan dan aspirasi tersebut, Rahman menegaskan bahwa dirinya akan mengawal aspirasi masyarakat ini hingga tuntas di tingkat pemerintahan. Dikesempatan itu, Rahman mengaku akan menyampaikan aspirasi masyarakat ke Pemerintah Kabupaten Majene (Pemkab) Majene, baik secara kelembagaan DPRD sebagai fungsi pengawasan dan anggaran, maupun secara pribadi. (Adv)













