crossorigin="anonymous">
Mamuju  

Perkuat Arah Kebijakan Kesehatan 2027, FKM Unhas Dampingi Penyusunan Renja DKPPKB Sulbar

MAMUJU – FMSnews.co.id, Langkah strategis mematangkan rencana pembangunan kesehatan jangka menengah terus digulirkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) setempat menggandeng tenaga ahli dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) untuk mendampingi penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahun 2027. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 21 hingga 23 Mei 2026, di Hotel Aflah, Mamuju.

Upaya ini menjadi bagian krusial dalam penguatan tata kelola perencanaan program kesehatan daerah, guna memastikan seluruh kebijakan, kegiatan, dan alokasi sumber daya berjalan terarah, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Penyusunan dokumen ini juga sejalan dengan visi besar pembangunan daerah yakni Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, yang menjadi arahan utama kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.

Proses penyusunan Renja berlangsung secara intensif dan melibatkan unsur pimpinan di lingkungan dinas. Hadir langsung Sekretaris DKPPKB, dr. Marintani Erna Dochri, didampingi seluruh pejabat eselon III, ketua tim kerja, hingga pengelola program di masing-masing seksi dan bidang. Dalam forum tersebut, peserta mendalami berbagai aspek penting, mulai dari penetapan prioritas program, penyempurnaan indikator kinerja agar lebih akuntabel, penyelarasan arah kebijakan antara tingkat nasional dan daerah, hingga merumuskan strategi agar setiap kegiatan berjalan lebih efektif dan efisien di lapangan.

Baca Juga  HUT Korpri Ke-53, Sutinah Sampaikan Terima Kasih dan Imbau Jaga Kondusifitas Pasca Pilkada

Kepala DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa dokumen Rencana Kerja bukan sekadar kewajiban administrasi belaka, melainkan fondasi utama yang menentukan arah gerak pembangunan kesehatan daerah ke depan.

Baca Juga  DPMPTSP Sulbar Sinkronkan Kajian Potensi dengan Promosi Investasi

“Penyusunan Renja ini sangat vital, bukan sekadar memenuhi kelengkapan dokumen perencanaan, tapi menjadi acuan dasar kita dalam menentukan arah pembangunan kesehatan tahun 2027. Karena itu, setiap program yang kita susun harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, didukung data yang akurat, serta mampu menjawab tantangan dan permasalahan kesehatan yang ada di Sulawesi Barat,” tegas dr. Nursyamsi dalam sambutannya.

Ia pun memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi dan pendampingan yang diberikan tim akademisi dari Unhas. Menurutnya, kehadiran pakar dari perguruan tinggi terkemuka tersebut memberikan nilai tambah besar, menjadikan proses perencanaan lebih komprehensif, ilmiah, dan berbasis bukti atau data nyata.

Baca Juga  Ingin Bertemu Gubernur Sulbar, Warga Desak Cabut Izin Tambang Pasir di Mamuju

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan akademisi sangat penting agar perencanaan kita semakin matang. Pendekatan berbasis bukti dan ilmu pengetahuan membuat kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran. Kami berharap, lewat pendampingan ini, kualitas tata kelola dan manajemen program kesehatan kita semakin baik, sehingga dampak positifnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Melalui hasil akhir kegiatan ini, DKPPKB Sulbar menargetkan seluruh program dan kegiatan pada tahun 2027 nanti tersusun secara lebih efektif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Barat secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0