MAMUJU, FMSnews.co.id.– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi perbedaan penetapan hari raya Idulfitri dengan sikap bijak, penuh toleransi, dan saling menghormati.
Menurutnya, perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri antara pemerintah dengan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah merupakan hal yang wajar terjadi dan tidak perlu dipersoalkan.
“Ini kita tidak bisa menyalahkan. Artinya, ini hal yang terjadi berdasarkan pemahaman dan berkaitan dengan masalah keimanan masing-masing,” jelas Junda Maulana.
Sekda menegaskan, perbedaan tersebut adalah bagian dari dinamika kehidupan beragama yang harus diterima sebagai keniscayaan dan dijaga bersama. Bagi Pemerintah Provinsi Sulbar, pelaksanaan Idulfitri oleh jamaah Muhammadiyah maupun kelompok lainnya pada prinsipnya memiliki makna yang sama dan tidak ada perbedaan esensinya.
“Bagi kita, apa yang dilaksanakan Idulfitri oleh khususnya jamaah Muhammadiyah maupun jamaah-jamaah yang lain ini sama saja. Kita tidak mencari perbedaannya, tapi kita mencari persamaannya bahwa kita sekarang terlahir fitrah,” paparnya.
Lebih lanjut, Junda mengajak seluruh elemen masyarakat Sulbar untuk menjadikan momentum kemenangan Idulfitri sebagai titik awal untuk memperkuat tali persatuan dan mempercepat pembangunan daerah.
“Terlahir fitrah untuk bagaimana kita membangun Indonesia pada umumnya, membangun Sulawesi Barat khususnya,” tegasnya.
Ia berharap, perbedaan yang ada tidak menjadi sumber perpecahan atau konflik di tengah masyarakat, melainkan justru menjadi kekuatan yang memperkokoh harmoni, kebersamaan, dan persatuan dalam bhineka tunggal ika.
(Rls)













