crossorigin="anonymous">
Majene  

Kolaborasi Mafindo Sulbar dan PGRI: Puluhan Guru di Banggae Timur Giat Kuasai Teknologi AI untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

MAJENE – FMSnews.co.id, Menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Sulawesi Barat berkolaborasi erat dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menghadirkan program strategis bertajuk AI Goes To School. Melalui kegiatan “Kelas Kecerdasan Artifisial (AI)” yang digelar secara daring lewat Zoom Meeting pada Sabtu (23/5/2026), puluhan tenaga pendidik dari berbagai sekolah di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, tampak sangat antusias mendalami pemanfaatan teknologi canggih ini sebagai alat bantu mengajar.

Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan literasi digital sekaligus memperkaya metode pembelajaran agar lebih relevan, kreatif, dan efektif di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Koordinator Mafindo Sulawesi Barat menegaskan, kehadiran Kecerdasan Artifisial atau AI tidak sepatutnya dipandang sebagai ancaman atau momok yang akan menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi ini hadir sebagai mitra strategis yang dapat meringankan beban administrasi serta memperkaya ide-ide inovatif dalam dunia pendidikan.

Baca Juga  Kejari Majene Musnahkan Barang Bukti 27 Perkara: Sabu, Senjata Tajam dan Alat Kejahatan Dimusnahkan Total, Disaksikan Hakim, Polisi & Media

“Guru tidak perlu takut dengan AI. Justru teknologi ini bisa menjadi sahabat dan mitra kerja yang membantu menyusun perangkat pembelajaran, merancang media ajar yang menarik, hingga melahirkan ide-ide kreatif di dalam kelas. Namun satu hal yang harus diingat: secanggih apa pun mesin atau program, peran manusia tetaplah tidak tergantikan. Guru tetap pengambil keputusan utama, dan penggunaannya harus berlandaskan sikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab,” tegas Koordinator Mafindo Sulbar.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi dibekali keterampilan teknis yang bisa langsung dipraktikkan. Mulai dari cara memanfaatkan AI untuk menyusun rencana pembelajaran, membuat bahan ajar yang interaktif, menyusun instrumen penilaian, hingga mengembangkan konten pendidikan yang mampu memicu minat belajar siswa. Materi juga menekankan pentingnya literasi digital agar pemanfaatan teknologi berjalan aman, positif, dan memberikan manfaat maksimal.

Baca Juga  Kajari Majene: Pers Sehat Jadi Pengawal Keadilan dan Pendorong Ekonomi Berdaulat di Hari Pers Nasional 2026

Antusiasme yang ditunjukkan para guru menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan akan penguasaan teknologi masa kini di kalangan pendidik semakin tinggi. Pihak penyelenggara pun optimis, kolaborasi ini akan menjadi tonggak penguatan kualitas pendidikan di daerah.

“Lewat sinergi antara Mafindo, program AI Goes To School, dan PGRI, kami berharap semakin banyak pendidik yang melek teknologi dan terampil menggunakannya. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat budaya literasi digital yang sehat dan cerdas di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Respon positif juga datang dari Muhammad Akbar Sukri, salah satu peserta sekaligus Ketua Ranting PGRI Gugus Gotong Royong Banggae Timur. Ia mengaku sangat terinspirasi dan mendapatkan wawasan baru yang sangat berharga dari kegiatan ini.

Baca Juga  Pemda Majene Sampaikan Duka Musibah Tewasnya Tim DLHK

“Sebagai guru, saya merasa sangat terbantu dan terinspirasi dengan adanya program AI Goes To School dari Mafindo Sulbar. Materi yang disampaikan sangat relevan, menarik, dan bisa langsung kami terapkan di sekolah. Ini membuka pandangan kami bahwa teknologi bisa membuat cara mengajar menjadi lebih seru dan efektif. Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan dedikasi tim Mafindo. Terima kasih atas kesempatan ini, semoga kegiatan serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak guru di masa depan,” ujar Akbar penuh semangat.

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara organisasi masyarakat sipil dan organisasi profesi dapat melahirkan solusi cerdas dalam memajukan kualitas pendidikan nasional, dengan menempatkan guru sebagai garda terdepan yang tangguh, adaptif, dan selalu siap berinovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0