crossorigin="anonymous">

Akselerasi Pembangunan, Gubernur SDK Jadwalkan Tur Lapangan ke Enam Kabupaten di Sulbar

Suhardi Duka (Ist)

MAMUJU, FMSNEWS.CO.ID – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengonfirmasi akan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan rangkaian kunjungan kerja di enam kabupaten se-Sulawesi Barat. Agenda utama dalam “blusukan” ini adalah memastikan proyek infrastruktur jalan dan program strategis nasional berjalan sesuai target.

Rencana ini diungkapkan Gubernur saat memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga  Ketua DPRD Majene Tinjau Lokasi Longsor di Desa Onang Tubo Sendana

Pertemuan strategis tersebut diikuti oleh jajaran kepala daerah dan pejabat eselon dari seluruh kabupaten di Sulbar.

Dalam arahannya, Suhardi Duka menyebutkan bahwa perjalanan akan dimulai dari wilayah selatan. Kabupaten Polewali Mandar dan Mamasa menjadi titik awal peninjauan untuk memantau progres pengerjaan jalan yang didanai oleh APBD Provinsi.

“Setelah itu kita lanjut ke Majene, kemudian Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Kita ingin melihat secara langsung apa saja persoalan-persoalan pokok yang dihadapi daerah,” ujar Suhardi Duka.

Baca Juga  Kemarau Basah, Warga Sumenep Menikmati Penundaan Ancaman Kekeringan

Tak hanya urusan jalan, Gubernur juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pusat, khususnya mengenai proyek strategis yang berdampak pada kemandirian sumber daya.

“Terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan ketahanan energi, karena ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang harus kita sukseskan bersama,” tegasnya.

Menyusun Data untuk Pemerintah Pusat

Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Data dan temuan kendala di lapangan nantinya akan dikompilasi menjadi bahan advokasi anggaran dan kebijakan saat Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Baca Juga  Wisuda Uniba Madura: Rektor Ajak Lulusan Berkompetisi di Level Global

“Setelah itu, barulah saya bekerja secara menyeluruh untuk membawa hasil-hasil dan kebutuhan daerah ke pemerintah pusat,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah krusial di setiap kabupaten melalui intervensi anggaran yang tepat sasaran, baik dari tingkat provinsi maupun nasional. (ril/hR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0