crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">
Mamuju  

Akhiri Tradisi Warga Naik Gunung Demi Sinyal – Internet Gratis Buka Akses Desa Terisolasi

MAMUJU – FMSnews.co.id, Selama bertahun-tahun, warga Desa Losso, Kecamatan Tapalang, harus rela menempuh perjalanan berat mendaki bukit dan gunung hanya untuk mendapatkan jaringan internet agar bisa berkomunikasi, mengurus dokumen, hingga mengakses informasi. Tradisi itu akhirnya berakhir berkat kehadiran program Sulbar Digital yang menghadirkan akses internet gratis di wilayah tersebut.

Program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka ini digulirkan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) untuk menjawab tantangan keterisolasian digital yang masih melanda sejumlah daerah di Sulbar.

Kepala DiskominfoSS Sulbar, Ridwan, menjelaskan bahwa internet kini menjadi tulang punggung pembangunan. “Ini bukan sekadar fasilitas hiburan, tapi fondasi utama transformasi digital yang menyentuh layanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, hingga peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga  Sesuai Arahan Gubernur, BPBD Sulbar Perkuat Kapasitas Pegawai Paruh Waktu

Data resmi Dashboard PMT Ditjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi RI per Februari 2026 mencatat tantangan besar di Sulawesi Barat: sebanyak 82 desa atau sekitar 12,65 persen wilayah masih belum terjangkau sinyal optimal. Rinciannya, 57 desa masuk kategori blank spot total dan 25 desa lainnya memiliki kualitas sinyal yang sangat lemah.

Baca Juga  Musnahkan 362 Gram Sabu dan Barang Bukti 104 Perkara, Aparat Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan

“Lewat intervensi program internet gratis yang digalakkan secara masif tahun ini, keterbatasan itu perlahan teratasi. Dampak nyatanya sudah terasa jelas di Desa Losso dan wilayah sekitarnya,” tambah Ridwan.

Dulu Naik Gunung, Kini Terhubung Langsung
Perubahan drastis itu dirasakan langsung oleh Nahda, salah seorang warga setempat. Ia mengenang betapa sulitnya kehidupan sebelum ada fasilitas ini. “Dulu kami harus berjalan mendaki ke gunung demi dapat sinyal. Sekarang, Alhamdulillah, internet ada di desa dan bisa digunakan kapan saja,” ungkapnya dengan lega.

Manfaat besar juga dirasakan oleh birokrasi desa. Sekretaris Desa Losso, Takbir, menyatakan pelayanan kepada masyarakat menjadi jauh lebih cepat dan efisien. “Sebelumnya, mengirim laporan atau dokumen penting harus menunggu ada kesempatan keluar desa. Sekarang berkat internet gratis, semua administrasi bisa diselesaikan secara daring, tepat waktu, dan tanpa biaya tambahan,” jelasnya.

Baca Juga  Sutinah Akui Sektor Kesehatan Jadi Pendorong Tingginya Kepercayaan Publik

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen terus memperluas jangkauan program ini. Dengan sinergi data bersama pemerintah pusat dan penempatan perangkat di titik-titik strategis, Pemprov Sulbar menargetkan membebaskan seluruh 82 desa terisolasi dari keterbatasan akses demi mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan setara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0