crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">
Polman  

Distribusi Makan Bergizi Gratis di Polman Gagal Tepat Waktu: Ratusan Siswa Menunggu Berjam-jam, Sebagian Pulang Tanpa Jatah

POLMAN – FMSnews.co.id, Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi harapan peningkatan gizi anak bangsa, justru menuai sorotan tajam di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Keterlambatan penyaluran membuat ratusan siswa terpaksa menunggu berjam-jam, bahkan sebagian harus pulang tanpa sempat menerima haknya.

Peristiwa ini terjadi di SMP Negeri 1 Petoosang, Kecamatan Petoosang, yang menampung 191 siswa. Hingga jarum jam menunjukkan pukul 13.14 WITA, makanan yang seharusnya tiba saat jam istirahat belum juga sampai. orang tua yang hadir, terpaksa menunggu dalam ketidakpastian.

Keterlambatan ternyata tidak hanya melanda satu sekolah itu saja. Sejumlah sekolah lain di wilayah Kecamatan Alu dan Petoosang turut merasakan hal yang sama, di antaranya SMA Negeri 1 Alu, SMK Jati Petoosang, hingga SMP Negeri 3 Alu.

Baca Juga  Warga 4 Dusun di Desa Tapua Matangnga Masih Kesulitan Akses Jalan Usai Jembatan Putus

Padahal, sesuai pedoman resmi Badan Gizi Nasional (BGN), penyaluran makanan wajib dilakukan pada jam istirahat pertama, sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 waktu setempat. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar serta menjaga keteraturan pola makan peserta didik.

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Petoosang diketahui telah menyampaikan permohonan maaf dan penjelasan terkait penyebab keterlambatan kepada pihak sekolah. Namun, langkah itu belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran masyarakat.

Baca Juga  Aksi POLEWALI MANDAR DARURAT KEAMANAN! Digelar IMM Polewali Mandar: Desak Aparat Bertindak Tegas atas Maraknya Kejahatan

Salah satu orang tua murid menyampaikan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang lagi. “Biasanya anak-anak makan saat istirahat di sekolah, lalu makan siang di rumah paling lambat pukul 12. Kalau makanan baru datang siang begini, jadwal makan mereka jadi berantakan. Kami berharap ke depan distribusinya benar-benar tepat waktu,” ujarnya.

Kondisi semakin memprihatinkan ketika waktu pelajaran usai. Beberapa siswa yang harus berjalan kaki pulang ke rumah terpaksa pergi tanpa membawa makanan, karena distribusi belum selesai dilakukan.

Baca Juga  Kepala Desa Lekopadis Resmi Diberhentikan, Pj Ditunjuk Jaga Keberlangsungan Pelayanan

Program Makan Bergizi Gratis adalah inisiatif strategis nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi dan kesehatan anak sekolah. Oleh karena itu, ketepatan waktu adalah kunci utama agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal tanpa mengganggu aktivitas pendidikan.

Kasus ini menjadi catatan penting bagi seluruh pihak terkait. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengiriman, kesiapan penyedia jasa, serta koordinasi antara SPPG dan sekolah dinilai sangat mendesak dilakukan. Harapannya, pelaksanaan program ini ke depan dapat berjalan lancar, tertib, dan benar-benar membawa manfaat bagi para siswa sebagai penerima utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0