crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">
Majene  

Reformasi Jilid II Berkumandang di Majene, Polisi Siaga Amankan Suara Aspirasi

MAJENE – FMSnews.co.id, Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) menggelar seruan aksi bertajuk Reformasi Jilid II dengan mengusung tema “Kembalikan Nilai-Nilai Supremasi Sipil”. Aksi yang dipimpin Gilang selaku Jenderal Lapangan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat luas.

Dalam maklumatnya, elemen mahasiswa dan masyarakat sipil menegaskan bahwa aksi ini dilandasi kekhawatiran akan kondisi bangsa. Mereka menilai anggaran negara tidak dikelola secara transparan, harga kebutuhan pokok dan BBM terus membebani, akses pendidikan belum merata, serta persoalan di tingkat daerah kerap terabaikan. Oleh sebab itu, mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat bersatu menyuarakan aspirasi secara damai dan konstitusional.

Para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan, baik berskala nasional maupun khusus untuk Sulawesi Barat:

Baca Juga  IMM Majene Desak Polres Percepat Pengusutan Kasus Dugaan KS di SMAN 2 Majene

Tuntutan Nasional:

1. Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2. Hentikan pemborosan dan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
3. Hentikan praktik militerisme di ranah sipil
4. Turunkan harga sembako dan BBM
5. Wujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas
6. Hentikan pelaksanaan program Koperasi Desa (Kopdes) yang dinilai merugikan rakyat
7. Cabut Undang-Undang Polri yang dianggap mengancam ruang demokrasi
8. Tuntaskan penanganan kemiskinan ekstrem secara menyeluruh

Tuntutan Khusus Sulawesi Barat:

1. Bebaskan warga yang dinilai dikriminalisasi dalam perjuangan hak-hak dasar
2. Tolak aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat
3. Tuntaskan penyelesaian persoalan Aset Tanah Negara/Aset Pemerintah Daerah (ATS/APS)
4. Evaluasi penetapan kawasan hutan lindung yang merugikan kepentingan masyarakat adat dan petani
5. Perbaiki dan selesaikan permasalahan pelayanan publik di RSUD Majene
6. Tuntaskan penyelesaian konflik penyegelan Sekolah Luar Biasa (SLB)
7. Hentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan di wilayah Sulawesi Barat

Baca Juga  Kejari Majene Musnahkan Barang Bukti 27 Perkara: Sabu, Senjata Tajam dan Alat Kejahatan Dimusnahkan Total, Disaksikan Hakim, Polisi & Media

Di sisi lain, menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran jalannya aksi, pihak kepolisian menurunkan pasukan pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kabag Operasi AKP Suparman, S.H., didampingi Kasat Intelkam AKP Borahim, S.H., M.Si.

“Kami hadir untuk mengamankan jalannya aspirasi masyarakat sesuai amanat undang-undang. Polisi menjamin hak setiap warga negara untuk berserikat dan menyampaikan pendapat secara damai, namun kami juga akan tegas menindak tegas segala bentuk tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas umum dan mengganggu kenyamanan masyarakat lain,” tegas AKP Suparman.

Baca Juga  Penamatan dan Perpisahan Kelas IX SMPN 1 Majene, Andi Syukri: Pendidikan Tolok Ukur Kemajuan Bangsa

Hingga berita ini diturunkan, suasana berlangsung tertib, damai, dan terkendali. Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan koordinator lapangan guna memastikan aksi berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Aksi ditutup dengan seruan: “Bersatu, Bergerak, Melawan! Diam adalah bentuk pembiaran terhadap ketidakadilan. Suara rakyat tidak boleh dibungkam dan masa depan bangsa tidak boleh dipertaruhkan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0