Nelayan 65 Tahun Meninggal Mendadak di Pantai, Baru Saja Bercakap-cakap Sebelum Tersungkur

MAJENE – FMSnews.co.id, Sebuah kepergian yang sangat mendadak dan menyisakan duka mendalam dialami oleh keluarga besar nelayan di Kabupaten Majene. Seorang lansia nelayan berinisial Amrin (65), warga Lingkungan Pa’leo, Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae, menghembuskan nafas terakhirnya di bibir Pantai Palipi, Desa Sendana, Kamis (30/4/2026) pagi.

Peristiwa pilu ini terjadi sekitar pukul 08.20 WITA. Berdasarkan keterangan rekan-rekan sejawatnya, rombongan nelayan termasuk korban berangkat melaut sejak pukul 05.00 WITA dini hari. Mereka tiba di kawasan perairan Pantai Palipi sekitar pukul 08.00 WITA.

Baru Bicara, Tiba-tiba Jatuh
Sesampainya di lokasi, suasana awalnya terlihat normal. Korban bahkan sempat singgah di pinggir pantai dan terlihat akrab berbincang-bincang dengan kawan-kawannya layaknya hari-hari biasa.

Baca Juga  Paket Maut di Majene: Mahasiswi Unsulbar Ditemukan Tewas, Diduga Depresi Usai Kehilangan Kekasih

Namun, takdir berkata lain. Sekitar 20 menit setelah percakapan itu, saat salah satu rekannya sedang sibuk membersihkan perahu, korban terlihat mendekat. Setelah berbincang sejenak, secara tiba-tiba tubuh kekar yang biasa bergelut dengan ombak itu lemas dan langsung tersungkur jatuh di pasir pantai.

Melihat kejadian mengerikan itu, warga dan rekan nelayan langsung panik dan memberikan pertolongan pertama. Korban sempat dibawa ke rumah Kepala Dusun Palipi sebelum segera dievakuasi ke Puskesmas Sendana I dengan harapan bisa tertolong.

Baca Juga  Bus Antarprovinsi Tabrak Rumah Warga di Polman, Lima Luka-Luka, Kerugian Rp150 Juta

Sayang, harapan itu pupus sudah. Sesampainya di fasilitas kesehatan, petugas medis menyatakan bahwa nyawa korban telah tiada.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau luka luar pada tubuh korban. Kondisi korban saat tiba sudah meninggal dunia,” jelas dr. Suci Malinda, dokter jaga di Puskesmas tersebut.

Kabar duka ini tentu mengejutkan keluarga. Anak korban, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa almarhum Amrin dikenal sebagai sosok yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang diketahui keluarga.

Baca Juga  Mabuk Berkendara! Pengemudi Agya Tabrak Motor, Dua Remaja 14 Tahun Jadi Korban

Menerima kejadian ini sebagai musibah dan ketetapan Tuhan, keluarga pun memutuskan untuk tidak meminta dilakukan visum et repertum. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimandikan dan dishalatkan sebelum dimakamkan.

Hingga saat ini, dugaan sementara menyebutkan bahwa kematian mendadak ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor kesehatan mendadak, meski penyebab pastinya belum diketahui secara medis.

Insiden ini kembali menambah catatan panjang tentang tingginya angka kematian mendadak di kalangan nelayan saat sedang beraktivitas, mengingat beban kerja dan kondisi fisik yang ekstrem. (Lp. Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0