MAJENE – FMSnews.co.id, Sebuah truk pengangkut ayam potong mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Poros Majene-Mamuju, tepatnya di Lingkungan Camba, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Rabu (22/04/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA.
Insiden bermula saat truk jenis Toyota Dyna Dutro warna hijau dengan nomor polisi DC 8892 XH yang dikemudikan Al Muzahir melaju dari arah Majene menuju Mamuju. Sesampainya di area tikungan, pengemudi mencoba mengerem kendaraan yang saat itu melaju dengan kecepatan sekitar 60 km/jam.
Namun, karena faktor kondisi jalan dan gaya sentrifugal, ban sisi kanan kendaraan tiba-tiba terangkat, menyebabkan pengemudi kehilangan kendali penuh. Truk pun oleng, keluar dari jalur lalu lintas, dan menghantam tiang gardu listrik di pinggir jalan, lalu menabrak keras sebuah mobil Toyota Avanza warna biru (B 1544 SOQ) yang sedang terparkir rapi di halaman rumah warga.
Meskipun benturan terjadi cukup keras, nasib baik masih menyertai dalam peristiwa ini. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, baik dari pihak pengemudi maupun warga sekitar.
Namun, kerugian materiil akibat kecelakaan ini cukup besar. Selain truk yang rusak parah di bagian depan, mobil Avanza yang ditabrak juga mengalami kerusakan hebat, belum lagi kerusakan pada tiang gardu dan fasilitas umum lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar ratusan juta rupiah
Kasat Lantas Polres Majene melalui Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum), Iptu Yulius Rappang, saat dikonfirmasi menjelaskan kronologi dan faktor penyebab kejadian.
“Kejadian ini bermula ketika pengemudi mengerem di tikungan, akibatnya ban kanan terangkat dan kendaraan tidak bisa dikendalikan lagi hingga menabrak gardu dan mobil yang parkir,” jelas Iptu Yulius Rappang.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi pelajaran berharga.
“Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban manusia, hanya kerusakan fisik kendaraan dan fasilitas umum yang kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Namun ini mengingatkan kita betapa bahayanya jika kecepatan tidak disesuaikan dengan kondisi jalan,” ujarnya.
Melalui kesempatan ini, Kanit Gakkum juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar.
“Kami mengimbau para pengemudi, terutama truk, untuk selalu menyesuaikan kecepatan saat memasuki area tikungan, terutama di dini hari ketika pandangan terbatas. Jangan memaksakan kecepatan karena kendaraan besar memiliki momentum yang sulit dikendalikan jika terjadi situasi darurat,” tegasnya.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Majene untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.













