Bawa Parang dan Tombak, Pria Diduga Coba Bakar Rumah Guru Spiritual di Majene Setelah Kesalahpahaman

Polisi Butuh Negosiasi Tegang Sebelum Berhasil Amankan Pelaku

MAJENE, SULBAR. FMSnews.co.id. – Aksi nekat seorang pria berinisial ADI (43) yang diduga mencoba membakar rumah guru spiritualnya menghebohkan warga Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Pelaku yang bertahan dengan membawa senjata tajam akhirnya berhasil diamankan setelah proses negosiasi intens yang melibatkan aparat pemerintah setempat.

Peristiwa terjadi pada Sabtu (7/3/2026) di rumah milik HARDI di Dusun Assarang Selatan. Diduga, aksi pembakaran dilakukan akibat kesalahpahaman antara ADI dengan korban yang selama ini dikenal sebagai gurunya. Beruntung, api yang muncul segera dipadamkan warga sekitar sebelum dapat menyebar dan menimbulkan kerusakan besar.

Baca Juga  MUKJIZAT DI BALIK API! Rumah Hangus Terbakar, Al-Qur’an di Galung Tulu Tetap Utuh Tanpa Tersentuh Api

Setelah menerima laporan, personel Polres Majene segera tiba di lokasi. Namun, proses penangkapan tidak berjalan mulus karena ADI bertahan di rumahnya sambil memegang parang dan tombak, membuat petugas harus bertindak ekstra hati-hati.

Baca Juga  Tragis di Madatte: Wiraswastawan Pr. (18), Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya

Untuk menghindari kerugian jiwa, kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan kepala dusun dan kepala lingkungan dalam negosiasi. Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, SH., MH mengungkapkan bahwa situasi sempat sangat menegangkan karena pelaku bahkan bertahan di atas atap rumahnya.

“Kami fokus pada cara yang aman agar tidak ada korban. Setelah negosiasi yang cukup panjang, pelaku akhirnya bersedia menyerahkan diri pada Minggu (8/3/2026),” ujarnya.

Baca Juga  Truk Hilang Kendali di Tikungan Majene, Hantam Gardu dan Avanza Parkir

ADI kini telah dibawa ke Mapolres Majene untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif pasti dan menggali detail kesalahpahaman yang diduga menjadi pemicu peristiwa. Selain itu, aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan masalah pribadi dengan tindakan yang dapat membahayakan diri atau orang lain. Kasus ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Majene.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0