MAJENE, FMSNEWS.CO.ID – Setelah melalui tahapan yang panjang, akhirnya DPRD Kabupaten Majene menyetujui target pendapatan pada Dinas Perhubungan. Tak main-main, OPD yang bermarkas di Lutang itu ditarget menghasilkan Rp1,2 miliar penghasilan untuk tahun 2023.
Pimpinan Banggar yang juga Wakil Ketua II DPRD Majene, Adi Ahsan mengetuk palu persetujuan dengan Dinas Perhubungan, Jumat 11 November 2022 malam.
“Kita sepakat Dinas Perhubungan targetnya 1,2 miliar,” ujar Adi Ahsan kemudian mengetuk palu sidang.
Kepala Dinas Perhubungan Pemda Majene, Mukhlis, yang hadir langsung di rapat yang juga dihadiri Sekretaris TAPD Kasman Kabil itu mengatakan, pihaknya siap bekerja merealisasikan target yang diberikan oleh Banggar DPRD. Hanya saja, ia butuh dukungan dari semua pihak termasuk dari dewan sendiri.
“Insya Allah kita akan bekerja maksimal, mengoptimalkan semua potensi yang kita punya dalam melakukan penarikan retribusi parkir,” ujar Mukhlis.
Sebelumnya, Banggar DPRD Majene dengan Dinas Perhubungan telah melakukan pertemuan atau rapat sudah tiga kali. Namun belum mencapai kesepakatan target pendapatan di tahun 2023.

Seperti kemarin malam, pihak Banggar DPRD menolak target yang diusulkan Dinas Perhubungan yaitu Rp800 juta lebih. Alasannya menurut pimpinan Banggar Adi Ahsan, target tersebut sangat rendah sebab di tahun-tahun sebelumnya sudah dicapai pendapatan lebih dari Rp800 juta.
“Di tahun 2019 misalnya, zamannya Kadis Pak Mitthar, itu sudah dicapai pendapatan Rp900 juta lebih, padahal itu kan sudah 4 tahun lalu. Nah, harusnya karena sudah 4 tahun lalu targetnya lebih tinggi, karena logikanya jumlah kendaraan itu terus bertambah, maka tentu parkirnya juga bertambah,” ujar Adi Ahsan.
Saat ini Pemda Majene memang tengah bergiat menggenjot PAD untuk menutupi biaya operasional di masing-masing dinas. Capaian Rp25 miliar total PAD Majene di tahun 2022 dinilai sangat rendah, tak mampu mengcover sejumlah program di dinas. (Sug/Rd)













