MAJENE. FMSnews.co.id. – Peristiwa duka mendalam menyelimuti warga Dusun Lombong, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Seorang balita berusia tiga tahun, Muh. Alzaki (3), anak dari pasangan Samaruddin (40) dan istrinya, ditemukan meninggal dunia setelah diduga hanyut di aliran Sungai Deking pada Kamis (5/3/2026).
Kabar penemuan jasad anak kecil di sungai langsung menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 17.00 WITA, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Malunda langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk memverifikasi informasi serta mengambil langkah-langkah penanganan awal sesuai prosedur.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari keluarga dan saksi, sebelum kejadian sekitar pukul 14.20 WITA, korban sempat diberi makan oleh tantenya, Ratnawati, di rumah keluarga mereka. Setelah menyelesaikan makan, korban diketahui keluar dari rumah tanpa sepengetahuan sang tante yang sedang melakukan aktivitas di dalam rumah.
Ketika menyadari bahwa Muh. Alzaki tidak lagi berada di dalam rumah, Ratnawati segera melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal, mulai dari rumah tetangga hingga area umum di dusun tersebut. Upaya pencarian yang dilakukan selama beberapa jam hingga sore hari tidak menghasilkan hasil apa pun, membuat keluarga semakin khawatir.
Peristiwa tragis tersebut baru terungkap ketika sekitar pukul 17.00 WITA, seorang warga bernama Mustakin yang hendak melakukan aktivitas memancing di bawah Jembatan Deking melihat sosok anak kecil yang terapung di aliran sungai. Karena merasa khawatir dan ingin memastikan temuan tersebut, ia segera memanggil rekannya, Armin, untuk membantu memeriksa lebih dekat.
Bersama-sama, keduanya kemudian mengangkat tubuh anak yang terapung dan ditempatkan di tepi sungai. Tak lama kemudian, sejumlah warga sekitar yang mendatangi lokasi mengenali bahwa balita yang ditemukan tersebut adalah Muh. Alzaki dari Dusun Lombong. Jasad korban selanjutnya dibawa ke rumah duka oleh keluarga dan warga yang membantu dengan penuh rasa duka.
Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, sekitar pukul 19.15 WITA jasad korban dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Malunda guna menjalani pemeriksaan medis atau visum oleh dokter yang bertugas, dr. Daniyanti. Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, luka bekas benturan akibat benda tumpul, maupun cedera lain yang mencurigakan pada tubuh korban.
Setelah selesai menjalani pemeriksaan medis, sekitar pukul 20.00 WITA jenazah korban dibawa kembali ke rumah duka menggunakan mobil ambulans Puskesmas Malunda. Pada saat itu, kedua orang tua korban yang sedang berada di luar daerah masih dalam perjalanan menuju Majene untuk menghadapi kehilangan yang tak terduga.
Kapolsek Malunda IPTU Antonius membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan awal dengan seksama. Tim penyelidik telah melakukan pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan warga yang menemukan jasad.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel kami langsung bergerak menuju TKP untuk melakukan pengecekan lokasi dan mengumpulkan keterangan dari para saksi terkait kronologi kejadian. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara yang dilakukan di Puskesmas Malunda, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas IPTU Antonius dalam keterangannya.
Selain itu, Kapolsek juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua atau wali yang merawat anak-anak, agar lebih meningkatkan tingkat pengawasan terhadap anak-anak di bawah tanggung jawabnya. Hal ini menjadi penting terutama bagi keluarga yang tinggal di sekitar aliran sungai, sungai kecil, sumur, atau lokasi lain yang memiliki potensi membahayakan keselamatan anak.
“Kami mengingatkan kepada seluruh orang tua dan wali untuk selalu memperhatikan aktivitas serta keberadaan anak-anak, terutama saat mereka sedang bermain atau berada di luar rumah. Semoga kejadian yang menyakitkan ini tidak kembali terulang di lingkungan kita,” pungkasnya dengan nada penuh prihatin.
Peristiwa kehilangan Muh. Alzaki meninggalkan rasa duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat serta menjadi pengingat pentingnya perhatian dan pengawasan yang maksimal terhadap anak-anak untuk menjaga keselamatan mereka.













