crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">

Tiga Anak Terseret Arus, Satu Meninggal Dunia, Dua Masih Dicari Tim Gabungan

POLMAN – FMSnews.co.id, Sebuah musibah menyayat hati kembali terjadi di perairan Polewali Mandar. Tiga anak usia 8 tahun dilaporkan tenggelam setelah terseret arus deras saat bermain dan mandi di Sungai Maloso, Dusun Kontar, Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (5/6/2026). Peristiwa ini menggugah keprihatinan nasional akan pentingnya pengawasan anak di sekitar aliran sungai.

Kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WITA, ketika enam anak berkumpul di tepi Sungai Maloso untuk bermain. Tiga di antaranya memutuskan turun ke sungai untuk mandi dan menikmati air, sementara tiga teman lainnya tetap menunggu di darat menjaga sepeda milik mereka. Tanpa diduga, arus sungai yang cukup kuat tiba-tiba menyeret ketiga anak tersebut menjauhi tepian. Teman yang melihat kejadian langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Warga yang mendengar teriakan bantuan bergegas menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman terdekat. Namun setibanya di sana, yang ditemukan hanya pakaian dan sandal tergeletak di pinggir sungai, tanpa tanda keberadaan ketiga anak tersebut. Kabar duka ini segera disampaikan ke kepolisian dan tim penanggulangan bencana setempat sekitar pukul 13.00 WITA.

Baca Juga  Tabrakan Maut di Jalur Trans Sulawesi Polman–Majene, Pemuda 22 Tahun Tewas Usai Motor Tanpa Plat Hantam Bus Damri

Segera setelah menerima laporan, tim gabungan dikerahkan sepenuhnya ke lokasi. Personel Polres Polewali Mandar, Polsek Campalagian, Brimob Kompi IV Batalyon A Pelopor, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud), Basarnas, BPBD, Damkar, serta relawan SAR bekerja bahu-membahu menyisir aliran sungai ke hulu hingga hilir demi menemukan ketiga korban.

Usaha keras tim penelurup membuahkan hasil sekitar sore hari, saat jasad Fauziah Rafifa (8) ditemukan mengapung di wilayah Dusun Berampa, Desa Katumbangan. Warga sempat berupaya memberikan pertolongan pertama, namun nyawa Fauziah tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Jasadnya telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan sore itu juga.

Baca Juga  BreakingNews: Rumah Hangus Terbakar di Samping SPBU Pertamina Rangas

Sementara itu, pencarian masih berlangsung intensif untuk dua korban lain, yaitu Muhammad Dermawan (8) dan Akira Humaira (8). Hingga jelang malam, kedua anak ini belum ditemukan. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan dihentikan sementara saat gelap dan dilanjutkan kembali besok pagi, Sabtu (6/6/2026), tepat pukul 07.00 WITA dengan mengerahkan lebih banyak tenaga dan peralatan pendukung.

Kapolsek Campalagian, IPTU H. Harifuddin, yang memimpin langsung operasi di lapangan menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi keluarga korban. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Fauziah. Personel kami bekerja sekuat tenaga demi menemukan Muhammad dan Akira secepat mungkin agar keluarga segera mendapat kepastian,” ungkapnya.

Baca Juga  Kebakaran Landa Binuang, Dua Rumah Terdampak, Satu Warga Terluka

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat Polewali Mandar. IPTU H. Harifuddin mengimbau semua orang tua dan wali untuk tidak lengah. “Pengawasan adalah kunci utama keselamatan anak. Sungai terlihat tenang bisa menyimpan arus yang mematikan. Mari jaga anak-anak kita dengan ketat saat berada di dekat perairan, karena keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Musibah di Sungai Maloso ini mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan. Di saat cuaca berubah dan debit air sungai sering kali naik secara tiba-tiba, pesan yang ingin disampaikan dari Polewali Mandar jelas: waspada dan jaga anak-anak kita, agar kisah sedih serupa tidak terulang di tempat lain di tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0