crossorigin="anonymous">
Majene  

Kejari Majene Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan, Presiden Prabowo Jelas Tekat Bawahan Program Makan Bergizi Gratis

Andi Irfan, SH Hadir sebagai Perwakilan Kejaksaan dalam Kegiatan Bersama Presiden Republik Indonesia

MAJENE, SULAWESI BARAT – Pada Jumat (13/2/2026) pukul 10.30 WITA, di Gedung SPPG Polri Dusun Saleppa, Desa Bababulo Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, digelar kegiatan peresmian dan groundbreaking secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Acara tersebut menyaksikan peresmian operasionalisasi 510 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia, groundbreaking pembangunan 107 SPPG baru, serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di 12 Polda di seluruh nusantara. Kegiatan diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia, dengan lokasi Majene sebagai salah satu titik pemusatan kegiatan daerah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene Andi Irfan, SH turut menghadiri acara tersebut sebagai perwakilan lembaga peradilan pidana, bersama dengan berbagai tokoh penting daerah lainnya, antara lain:

1. Dr. H. A. Achmad Syukri, SE., MM (Bupati Majene)
2. AKBP Muh. Amiruddin, S.I.K. (Kapolres Majene)
3. Kapten Inf Syahrir (Danramil 1401-02/Pamboang) yang mewakili Dandim 1401/Majene
4. Syahril (Anggota DPRD Majene) yang mewakili Ketua DPRD Kabupaten Majene
5. Bahrul (Anggota DPRD Wilayah Kecamatan Pamboang)
6. Para Perwira Staf dan Kapolsek se-Kabupaten Majene
7. Muh. Fadli, S.E (Koordinator SPPG Kabupaten Majene)
8. Ibu-ibu Bhayangkara Polres Majene

Baca Juga  Tekan Angka Stunting, Yayasan Karampuang Serahkan Kebun Sehat Desa di Simbang

Melalui konferensi video langsung dari Istana Kepresidenan, Presiden Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto menyampaikan arahan yang penuh tekad dan semangat perjuangan. Ia mengungkapkan bahwa terdapat pihak-pihak yang meramalkan kegagalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bahkan menuduh program tersebut menghina martabat bangsa Indonesia.

“Saya akan buktikan kepada mereka dan saya siap mati untuk membela rakyat Indonesia,” tegas Presiden dalam sambutannya yang penuh semangat.

Presiden juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas komitmen yang kuat dalam mendukung program ketahanan pangan dan gizi nasional. Ia menekankan pentingnya sinergitas yang solid antara seluruh komponen negara – mulai dari Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, hingga semua stakeholder terkait – dalam menjalankan dan mengoptimalkan program ini agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Tentara dan polisi adalah wujud nyata kehadiran Negara di tengah rakyat. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI-Polri sebagai garda terdepan yang selalu berada dekat dengan masyarakat, terutama di daerah-daerah pelosok,” ujarnya.

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya sekadar masalah ekonomi, melainkan menjadi pilar utama bagi stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat luas. Ia mengingatkan agar semua fasilitas yang telah dibangun, baik SPPG maupun gudang ketahanan pangan, harus dioptimalkan penggunaannya agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya pengawasan dan pengelolaan yang dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga  Diduga Dianiaya Dirut Perusda Majene, Kepala Direktur Keuangan Alami Luka Robek

“Ekonomi kita adalah ekonomi yang berlandaskan sila-sila Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kita akan buktikan kepada mereka yang memiliki pandangan negatif terhadap kita bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri sendiri. Kita sudah berhasil membuktikan kepada negara-negara luar bahwa kita mampu berdiri dengan kaki kita sendiri, dan selanjutnya kita akan buktikan bahwa ekonomi Indonesia akan bangkit menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di dunia,” jelas Presiden dengan penuh keyakinan.

Sebagai pesan penting yang disampaikan kepada seluruh peserta acara, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah dan komponen negara untuk tetap menjaga sikap rendah hati dengan semangat “ilmu padi”. “Jangan pernah menjadi pribadi yang sombong, marilah kita mengamalkan ilmu padi – semakin banyak hasil yang dihasilkan, semakin rendah kita tundukkan diri; semakin tinggi prestasi yang kita capai, semakin kita harus rendah hati dan terus bekerja keras untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Baca Juga  Tragedi Keluarga di Majene, Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Teraman Bagi Anak

Setelah arahan dari Presiden selesai disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh petugas agama pada pukul 12.20 WITA, sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar program ketahanan pangan dan gizi dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Doa bersama kemudian diikuti dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir di lokasi acara di Majene, sebagai kenang-kenangan dan bukti kolaborasi antarlembaga dalam mendukung program pemerintah pusat. Pukul 12.30 WITA, kegiatan resmi ditutup dan berakhir dalam keadaan aman serta tertib, dengan harapan seluruh program yang diperesmikan dapat segera memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Majene maupun seluruh Indonesia.

Kehadiran perwakilan Kejaksaan Negeri Majene dalam acara ini menjadi bukti nyata akan komitmen lembaga peradilan pidana untuk mendukung program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus menjamin bahwa seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai dengan hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0