crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">

Geger! Orang Bawa Parang dan Tombak Menantang Duel, Warga Terpaksa Mengunci Pintu

POLMAN – FMSnews.co.id, Suasana mencekam terjadi di Dusun Parabbaya, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Jumat dini hari (10/4/2026). Sekelompok orang yang membawa senjata tajam berupa parang panjang dan tombak terlihat berteriak-teriak menantang perkelahian di pinggir jalan raya.

Insiden yang sempat membuat warga panik ini bermula dari sebuah candaan atau panggilan yang dianggap tidak mengenakkan. Kejadian bermula sekitar pukul 22.00 WITA, saat korban bernama Abdul Rahman sedang duduk santai bersama keluarga di teras rumah.

Saat itu, sekelompok orang yang dikendarai oleh Asis dan Pandi melintas di depan rumah. Tanpa sengaja atau memang sebagai candaan, korban berteriak ke arah mereka, “Uuuu Apari”.

Teriakan tersebut ternyata menyinggung perasaan rombongan tersebut. Sekitar setengah jam kemudian, datang seseorang bernama Ilham yang menyampaikan pesan bahwa Asis ingin datang untuk berbicara baik-baik demi menyelesaikan masalah. Korban dan keluarga pun menyatakan bersedia.

Baca Juga  Brimob Gadungan di Mamuju Tega Perkosa Anak Di Bawah Umur

Namun, apa yang terjadi diluar dugaan. Sekitar pukul 23.00 WITA, yang datang bukan untuk berdamai, melainkan rombongan yang siap berkonflik.

Khali, adik kandung Asis, datang bersama tiga rekannya membawa parang panjang. Mereka berteriak kencang di Jalan Trans Sulawesi dengan nada menantang, “Manami, mau betul ko kah!” (Mana dia, emang berani kah!).

Tidak berselang lama, Asis dan Pandi beserta kelompoknya juga datang. Mereka tidak hanya membawa parang yang sudah terhunus, tapi juga membawa senjata tajam jenis tombak. Mereka berupaya mendekati korban sambil terus mengancam.

Baca Juga  Kapolsek Wonomulyo Pimpin Langsung Olah TKP Pencurian Pecah Kaca Mobil, Rp100 Juta Hasil Tarikan Bank Digondol Pelaku

Melihat situasi yang semakin mengancam nyawa, korban sempat memegang balok kayu untuk bersiaga. Namun, upaya pengeroyokan berhasil diredam sementara oleh Ilham yang berusaha menenangkan pihak pelaku.

Untuk menghindari hal yang lebih buruk terjadi, korban dan keluarganya segera lari masuk ke dalam rumah dan mengunci rapat semua pintu serta jendela demi keselamatan diri.

Dari luar, terdengar suara kelompok pelaku yang masih emosi mengatakan, “Ayomi pulang, tidak melawanji” (Ayo pulang, dia tidak berani melawan). Mereka juga sempat menyarankan agar keluarga korban tidak membawa kendaraan keluar nantinya, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Campalagian segera dikerahkan menuju TKP. Sayangnya, saat petugas tiba, para pelaku sudah meninggalkan lokasi. Korban kemudian diminta datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan secara lengkap.

Baca Juga  Satresnarkoba Polres Majene Bongkar Peredaran “Boje”, Dua Pengedar Ditangkap dengan 203 Butir Obat Keras

Kapolsek Campalagian, Iptu H. Harifuddin, membenarkan kejadian ini. Pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menjaring seluruh pelaku.

“Kami telah menerima laporan dan langsung mendatangi TKP. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan, dan kami akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi. Diharapkan situasi tetap kondusif dan penanganan kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.

(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0