MAJENE, FMSNEWS.CO.ID – Komunitas Pemerhati Budaya Daya Desa akan menggelar festival budaya yang akan berlangsung selama dua hari di Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene Sulawesi Barat.
Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui program pemajuan kebudayaan desa.
Anggota DPRD Kabupaten Majene Muhammad Safaat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, melalui momentum festival budaya ini akan ditumbuhkan kembali berbagai khasanah kearifan lokal yang pernah dimiliki oleh masyarakat, khususnya warga desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene. Karena itu, Safaat mengaku sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan lancar.

“Ya semoga kegiatan ini berjalan sukses dan mudah-mudahan cuaca mendukung juga agar banyak peserta dan pengunjung yang hadir,” ujar Safaat di Majene, Sabtu 20 November 2022.
Pelaksanaan festival tersebut rencananya akan digelar mulai tanggal 25 November pekan depan. Berbagai persiapan dilakukan, salah satunya menyiapkan 100 unit lesung untuk festival menumbuk padi gunung atau marridgi. Selain itu, panitia juga telah membangun lokasi tempat pelaksanaan festival yang nantinya akan dihuni oleh para peserta untuk melakukan pertunjukan.
Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Gaus mengatakan, salah satu isu yang diangkat dalam festival ini adalah ketahanan pangan. Karena itu pihaknya mengadakan festival menumbuk padi yang identik dengan kegiatan pangan masyarakat di Desa Tandeallo sejak dahulu.
“Kegiatan ini adalah sejarah turun-temurun, sudah berlangsung dari tahun ke tahun di mana Tandeallo memang dikenal sebagai daerah penghasil padi gunung di Kecamatan Ulumanda,” ujar Gaus.
Ia berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan maksimal dan mendapat dukungan dari banyak pihak. (Sug/adv)













