crossorigin="anonymous">
Majene  

Bertobat Ekologis Mulai Rumah Tangga, Langkah Majene Menuju Lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah

MAJENE – FMSnews.co.id, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni, di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, diperingati dengan momen bersejarah. Sabtu, 6 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Majene resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri, selaras dengan semangat nasional “Act Now for Climate – Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Gerakan ini menjadi jawaban nyata atas ancaman serius tumpukan sampah yang tak hanya mengotori pemandangan, namun menjadi pemicu utama perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri langsung Bupati Majene Dr. H. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharoe, M.Pd, jajaran Muspida, Komando Distrik Militer 1401 Majene, unsur Kepolisian yang diwakili Waka Polres Kompol Andri Aryansyah, S.I.K., Ketua Pengadilan Agama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Harun Hadaming, S.Sos, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, serta pimpinan PT Mampie Indah Perkasa selaku mitra strategis pembangunan daerah.

Dalam amanat yang dibacakan Bupati Majene, disampaikan pesan resmi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, yang menyoroti data mengejutkan: Setiap tahun Indonesia menghasilkan 51 juta ton sampah. Ironisnya, sebanyak 74 persen dari jumlah itu belum terkelola dengan baik. Sebagian besar sampah masih dicampur dan ditimbun terbuka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan metode open dumping.

Baca Juga  Pjs Bupati Lantik Anggota BPD 5 Desa di Majene

Praktik ini ternyata menjadi bom waktu bagi bumi. Sampah yang membusuk memproduksi gas metana yang daya rusaknya terhadap iklim 25 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida. Selain memanaskan bumi, tumpukan ini meracuni sumber air tanah, mencemari udara, dan menjadi sarang bibit penyakit yang mengancam kesehatan jutaan manusia.

“Persoalan sampah dan iklim adalah satu mata rantai yang tak terputus. Cara kita membuang sisa makanan, plastik, dan barang bekas hari ini, menentukan apakah anak cucu kita masih bisa bernapas udara bersih dan hidup aman di masa depan. Kita ubah paradigma: sampah bukan lagi masalah akhir, tapi sumber daya jika dikelola benar,” tegas Bupati Achmad Syukri saat membacakan amanat tersebut.

Baca Juga  Dua Pria Ini Diringkus Tim Gabungan Polres Majene

Pemerintah menegaskan, solusi tidak bisa lagi hanya bertumpu pada pengangkutan ke TPA. Diperlukan perubahan pola pikir mendasar yang disebut sebagai Pertobatan Ekologis. Ini adalah kesadaran seluruh bangsa untuk mengubah kebiasaan buruk, memuliakan alam, dan memahami pesan emas: “Lingkungan Bersih Bukan Warisan Leluhur, Melainkan Titipan untuk Generasi Penerus.”

Sebagai panduan bergerak, Gerakan Indonesia Asri – yang berarti Aman, Sehat, Resik, dan Indah – dilandasi lima pilar aksi nyata:

Kurangi Plastik: Tekan penggunaan barang sekali pakai, biasakan membawa wadah sendiri.

Budaya Hidup Bersih: Jadikan kebersihan sebagai harga diri warga, bukan sekadar tugas petugas kebersihan.

Ekonomi Sirkular: Ubah sampah bernilai menjadi rupiah lewat bank sampah dan pengolahan mandiri, mengubah limbah menjadi sumber pendapatan.

Penanaman Masif: Mendukung target nasional penanaman 2 miliar pohon penghijauan. Di Majene, penanaman serentak telah digelar pagi hari sebagai pembuka acara.

Baca Juga  Kejari Majene Perpanjang Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Tata Kelola Kuat: Memperketat aturan dan pengawasan agar perlindungan alam berjalan merata dan konsisten.

Momen ini kian istimewa dengan bukti nyata dukungan dunia usaha. PT Mampie Indah Perkasa menyerahkan bantuan berupa armada motor roda tiga kepada pemerintah daerah, guna memperkuat pelayanan pengangkutan sampah hingga ke pelosok desa. Selain itu, penghargaan lingkungan juga disematkan kepada sekolah, bank sampah, dan tokoh masyarakat yang dinilai paling berdedikasi menjaga kelestarian alam.

“Lewat gerakan ini, Indonesia ingin menunjukkan diri ke dunia sebagai pemimpin penanganan iklim. Segalanya dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing. Menuju Indonesia Emas 2045, kita wujudkan masyarakat yang beretika lingkungan,” tutup amanat Menteri Jumhur Hidayat.

Pencanangan Indonesia Asri di Majene menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar selalu bermula dari kesadaran dan tindakan hari ini, demi bumi yang lestari selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0