crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">

BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pasca Gempa di Poso dan Malunda

MAMUJU, FMSnews.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik pasca dua peristiwa gempabumi yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, dan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Gempa pertama terjadi pada Kamis malam, 25 Juli 2025 pukul 21.06 WITA di Poso dengan magnitudo 6,0 dan kedalaman 10 kilometer. Sementara gempa kedua mengguncang wilayah Kecamatan Malunda, Majene, pada Jumat pagi, 26 Juli 2025 sekitar pukul 08.38 WITA dengan kekuatan 3,4 magnitudo dan kedalaman 3 kilometer.

Sesuai dengan arahan dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, BPBD memastikan akan terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi resmi demi menjaga ketenangan dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga  Wagub Bertemu Investor, Majene-Polman Dipilih Jadi Fokus Awal Kemitraan Kelapa Dalam

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, M. Yasir Fattah, mengatakan gempa di Poso cukup terasa di Mamuju dan sempat membuat masyarakat panik.

“Atas kepanikan itu, kami dari BPBD langsung turun ke titik-titik kritis seperti Rumah Sakit Regional dan RS Mitra Manakarra untuk memastikan situasi aman,” ujarnya, Jumat (26/7).

Dia menegaskan, masyarakat tidak perlu panik sebab episentrum gempa cukup jauh dari wilayah Sulawesi Barat, terutama untuk gempa di Poso. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Baca Juga  𝗕𝗵𝗮𝗯𝗶𝗻𝗸𝗮𝗺𝘁𝗶𝗯𝗺𝗮𝘀 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗧𝗮𝗽𝗮𝗻𝗴𝗼 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁, 𝗕𝗿𝗶𝗴𝗽𝗼𝗹 𝗦𝗮𝗯𝗿𝗶𝗮𝗱𝗶, 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗱𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝗹𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗮𝗸𝗼

“Untuk yang di Poso itu karena sesar Poso bergeser sehingga terjadi gempa. Sedangkan gempa di Malunda terjadi akibat aktivitas sesar Saddang. Jadi dua kejadian ini berasal dari sumber yang berbeda,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Semua informasi resmi terkait bencana sebaiknya merujuk pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau BPBD.

Baca Juga  Gubernur SDK: Dua Pejabat Pemprov Ajukan Izin Ikut Seleksi Sekprov

“Tidak ada satu pun alat di dunia ini yang bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi. Tapi setelah gempa, dalam waktu 3 atau 5 menit kami bisa mengetahui lokasinya di seluruh Indonesia,” tambah Yasir.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Sulbar juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi gedung-gedung tinggi, kaca, dan bangunan miring saat terjadi guncangan. Jika berada di dalam rumah, masyarakat diimbau berlindung di bawah meja kokoh atau di samping lemari sambil melindungi kepala. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0