Arus berubah dan wilayah luas jadi tantangan, Speed Boat dan rakit tradisional dikerahkan, operasi dilanjutkan kembali Minggu pagi
POLMAN – FMSnews.co.id, Upaya pencarian dan penyelamatan dua orang yang tenggelam di aliran Sungai Maloso, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih terus digencarkan secara maksimal. Memasuki hari kedua, Sabtu (6/6/2026), tim gabungan dari berbagai unsur bekerja bahu-membahu menyisir setiap jengkal aliran sungai mulai dari lokasi kejadian hingga ke kawasan Muara Tanjung Buku, namun hingga sore hari kedua korban belum juga ditemukan.
Operasi ini melibatkan kekuatan personel Polres Polewali Mandar, Basarnas, Brimob Kompi IV Batalyon A Pelopor, jajaran Polsek Campalagian, serta ratusan warga masyarakat yang turut hadir memberikan tenaga dan pikiran. Semangat gotong royong tampak jelas terlihat di lokasi, di mana keluarga korban dan tetangga juga ikut terjun langsung berharap kabar baik segera tiba.
Kapolsek Campalagian, IPTU H. Harifuddin, S.Sos, yang memimpin langsung operasi di lapangan mengatakan, tim telah menyiapkan berbagai strategi untuk memperlebar jangkauan pencarian mengingat aliran sungai Maloso yang cukup panjang dan berkelok-kelok. Pada hari kedua ini, tim mengerahkan dua unit speed boat yang bergerak di sektor berbeda agar penyisiran berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Di sisi lain, warga dan kerabat korban memanfaatkan rakit tradisional untuk memantau titik-titik dangkal, semak, dan lubuk yang sulit dijangkau kendaraan bermesin.
“Kami bersama Basarnas, Brimob, dan masyarakat terus melakukan pencarian secara intensif dari pagi hingga sore. Berbagai cara telah kami tempuh, mulai berpatroli di atas air hingga memantau dari pinggiran tebing sungai. Namun hingga batas waktu operasi hari ini berakhir, kedua korban yang dicari bernama Muhammad Dermawan dan Akira Humaira belum juga kami temukan. Kami pastikan pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi,” ungkap IPTU Harifuddin.
Pihaknya mengakui tantangan yang dihadapi cukup berat. Selain wilayah aliran sungai yang sangat luas, kondisi arus air yang berubah-ubah, terkadang tenang dan tiba-tiba deras akibat limpasan dari hulu, menjadi kendala utama yang mempersulit gerak tim penyelamat. Meski demikian, koordinasi antarinstansi tetap diperkuat agar tidak ada satu pun titik potensial terlewat dari pantauan.
Sepanjang proses pencarian berlangsung, keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi tetap terjaga aman. Sejumlah warga tampak berkumpul di titik pandang sungai, mendoakan keselamatan kedua korban agar segera ditemukan dalam keadaan baik.
Tim gabungan telah menyusun jadwal kembali untuk melanjutkan operasi pada Minggu (7/6/2026) mendatang, dimulai pukul 07.30 WITA pagi dengan harapan cahaya matahari dapat membantu penglihatan tim saat menyusuri dasar sungai.
Di akhir keterangannya, pihak kepolisian kembali mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas atau melewati aliran air. Warga diminta ekstra hati-hati, terlebih saat cuaca mendung atau setelah hujan turun karena risiko arus deras dan banjir kiriman sangat mungkin terjadi sewaktu-waktu.
“Kami juga meminta bantuan informasi dari masyarakat luas. Apabila ada yang melihat keberadaan korban atau menemukan sesuatu yang mencurigakan di sekitar aliran sungai, harap segera melapor ke petugas terdekat untuk mempercepat proses penemuan,” imbau Harifuddin.
Hingga berita ini diturunkan, harapan keluarga dan tim penyelamat masih terpatri kuat agar Muhammad Dermawan dan Akira Humaira segera ditemukan dan dapat dipulangkan ke pelukan keluarga.













