MAMUJU — FMSnews.co.id, Menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi memperluas ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat koordinasi dengan unsur TNI. Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menerima kunjungan Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem 142/Tatag, Kolonel Inf. Wiji Untoro, di ruang kerjanya, Jumat (28/8/2026).
Pertemuan ini membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penanganan Karhutla serta dampak kekeringan yang kini mulai dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Barat. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat di lapangan mengingat potensi kenaikan kejadian bencana di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September 2026.
Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi menyeluruh antar seluruh pemangku kepentingan. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi dan menanggulangi setiap potensi bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Penanganan Karhutla dan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan sinergi seluruh stakeholder, termasuk TNI, untuk memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan dan respons di lapangan,” ujar Yasir Fattah.
Dengan sinergi yang terjalin antara BPBD Sulbar dan Korem 142/Tatag, diharapkan pengawasan wilayah, respons cepat saat kebakaran terjadi, serta penanganan dampak kekeringan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Kolaborasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan di seluruh wilayah Sulawesi Barat.














