crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">

Laskar Cilik Pahlawan Bangsa: Cara Kreatif Mahasiswa KKN MAS Kelompok 10 Tumbuhkan Cinta Tanah Air dan Hidup Sehat Siswa SD

KKN MAS Kelompok 10

GADINGKULON — Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan perlombaan, tetapi juga dapat ditanamkan melalui pendidikan karakter sejak usia dini. Semangat inilah yang diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 10 melalui program unggulan bertajuk “Laskar Cilik Pahlawan Bangsa: Belajar Sehat, Beraksi Hebat, Cinta Indonesia”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Gadingkulon, Desa Gadingkulon, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi upaya mahasiswa KKN MAS dalam menanamkan nilai nasionalisme dan pola hidup sehat kepada siswa sekolah dasar.

Gagasan program ini berangkat dari masukan dan keprihatinan Kepala SDN 1 Gadingkulon mengenai masih perlunya penguatan pemahaman siswa terhadap konsep kebangsaan. Sebagian siswa dinilai lebih dekat dengan lingkungan dan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari, namun belum memperoleh pemahaman yang memadai mengenai makna bangsa dan negara, sejarah kemerdekaan, serta pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kondisi tersebut kemudian direspons mahasiswa KKN MAS Kelompok 10 dengan menghadirkan konsep pembelajaran yang dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Pendidikan kebangsaan dipadukan dengan pembiasaan hidup bersih dan sehat sehingga siswa tidak hanya diajak mengenal arti cinta tanah air, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan diri.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.30 WIB dan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh siswa dan guru SDN 1 Gadingkulon. Aktivitas tersebut menjadi pembuka untuk membangun suasana yang penuh semangat sekaligus mengajak siswa membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, Mahasiswa KKN MAS Kelompok 10 Gelar Program CERMAT untuk Lansia di Balai Dusun Princi

Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mahasiswa KKN MAS memberikan pemahaman sekaligus demonstrasi mengenai cara menyikat gigi yang benar, mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik, serta menjaga kebersihan kuku melalui kebiasaan memotong kuku secara rutin.

Suasana semakin meriah ketika para siswa mengikuti berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan. Perlombaan dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana melatih konsentrasi, keberanian, kreativitas, kerja sama, serta menumbuhkan rasa nasionalisme.

Beberapa perlombaan yang dilaksanakan antara lain lomba kerupuk pancing, lomba makan biskuit tanpa menggunakan tangan, lomba tebak gaya, lomba membaca puisi kemerdekaan, serta lomba menyanyikan lagu nasional.

Lomba membaca puisi kemerdekaan dan menyanyikan lagu nasional menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena memberikan ruang kepada siswa untuk mengekspresikan rasa bangga sebagai anak Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MAS berupaya memperkenalkan nilai-nilai kecintaan terhadap tanah air dengan cara yang dekat dengan dunia anak-anak.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada pukul 11.30 WIB dengan pengumuman para pemenang lomba, penyerahan hadiah dan piala penghargaan, serta foto bersama antara siswa, guru, dan mahasiswa KKN MAS Kelompok 10.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif siswa selama mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari senam, praktik PHBS, hingga perlombaan.

Kolaborasi 10 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

KKN MAS merupakan program Kuliah Kerja Nyata kolaboratif berskala nasional yang melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga  Penurunan Penerima KIP di UNIBA Madura Picu Kekecewaan Mahasiswa

Pada tahun 2026, wilayah Malang Raya menjadi tuan rumah pelaksanaan KKN MAS yang diikuti oleh 59 PTMA dari seluruh Indonesia, dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai perguruan tinggi penyelenggara atau host.

KKN MAS Kelompok 10 sendiri merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dari 10 PTMA, yaitu:

  1. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM);
  2. Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman);
  3. Universitas Muhammadiyah Makassar;
  4. Universitas Muhammadiyah Kendari;
  5. Universitas Muhammadiyah Bone;
  6. Universitas Muhammadiyah Riau;
  7. Universitas Muhammadiyah Bandung;
  8. Universitas Muhammadiyah Cirebon;
  9. Universitas Muhammadiyah Surakarta; dan
  10. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi salah satu kekuatan KKN MAS dalam menghadirkan berbagai gagasan dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Enam Program Unggulan untuk Desa Gadingkulon

Selain program “Laskar Cilik Pahlawan Bangsa”, KKN MAS Kelompok 10 juga mengusung sejumlah program kerja unggulan yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Gadingkulon.

Program tersebut meliputi:

1. SI-MBOK (Strategi Inovasi Mineral Block Ternak)
Program peningkatan nutrisi dan kualitas pakan ternak melalui edukasi serta praktik pembuatan mineral block bagi ternak milik warga.

2. Strategi Manfaatkan Limbah Organik
Edukasi dan praktik pemanfaatan limbah organik, khususnya kulit jeruk, menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bersama ibu-ibu PKK Dusun Princi.

3. Penataan Identitas dan Aksesibilitas Jalan Dusun Princi
Program penataan dan pembuatan penanda jalan untuk membantu memudahkan navigasi masyarakat maupun pendatang yang berada di wilayah Dusun Princi.

Baca Juga  PORDI Sulbar Siap Bangkit! Ketua PB PORDI Uji Coba Asa Otak Domino dan Targetkan Turnamen Besar Dua Kali Setahun

4. MediaEdu (Pelatihan Inovasi Media Belajar Sederhana)
Pendampingan bagi tenaga pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran yang sederhana, kreatif, interaktif, dan mudah diterapkan dalam proses pembelajaran.

5. TITIK TOKO (Digitalisasi Lokasi dan Identitas Toko Kelontong)
Program digitalisasi melalui pendataan dan pemetaan lokasi toko kelontong milik warga ke dalam peta digital sehingga lebih mudah ditemukan dan dikenal oleh masyarakat.

6. CERMAT (Cegah Hipertensi dan Diabetes Melitus)
Program edukasi kesehatan dan pemeriksaan dini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan hipertensi dan diabetes melitus.

Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini

Melalui program “Laskar Cilik Pahlawan Bangsa: Belajar Sehat, Beraksi Hebat, Cinta Indonesia”, mahasiswa KKN MAS Kelompok 10 tidak hanya menghadirkan kegiatan yang bersifat seremonial dalam memperingati kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pendidikan karakter yang menggabungkan nilai kesehatan, kebersamaan, kreativitas, keberanian, dan nasionalisme dalam satu rangkaian kegiatan yang menyenangkan.

Mahasiswa KKN MAS Kelompok 10 berharap pengalaman yang diperoleh siswa melalui kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang sehat secara fisik, percaya diri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta memiliki rasa bangga terhadap bangsa dan negara.

Dengan semangat “Belajar Sehat, Beraksi Hebat, Cinta Indonesia”, Laskar Cilik Pahlawan Bangsa diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan peringatan kemerdekaan, tetapi dapat menjadi pengalaman positif yang terus melekat dalam kehidupan para siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0