POLMAN — FMSnews.co.id, Kondisi madrasah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kembali menjadi sorotan yang memprihatinkan. MTS DDI Lebukan yang berlokasi di Desa Renggean, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, tercatat hanya memiliki dua ruangan belajar, dengan tiang bendera terbuat dari bambu kering yang tingginya berukurang sekitar empat meter — jauh dari standar fasilitas pendidikan yang layak.
Pantauan awak media FMSnews.co.id yang kebetulan melintas di depan sekolah tersebut pada Selasa, 25 Agustus 2026, langsung menarik perhatian. Tiang bendera yang berdiri tepat di depan bangunan sekolah itu terbuat dari bambu kering dan kondisinya sangat memprihatinkan. Hal itu memicu pertanyaan mendasar: apakah lembaga pendidikan ini belum pernah mengusulkan anggaran untuk perbaikan fasilitas, khususnya penggantian tiang bendera yang layak dan aman bagi para siswa?
Saat itu, suasana sekolah tampak kosong karena bertepatan dengan hari libur menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, awak media hanya sempat meminta nomor telepon Kepala Sekolah untuk konfirmasi lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah MTS DDI Lebukan, Masri, belum berhasil dihubungi. Berbagai upaya panggilan telepon yang dilakukan awak media FMSnews.co.id tetap tidak mendapat tanggapan.
Salah satu warga setempat yang berada di lokasi sekolah saat itu, yang enggan menyebutkan identitasnya, mempertanyakan kondisi fasilitas sekolah tersebut. Meski demikian, warga memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di madrasah itu tetap berjalan dan masih memiliki sejumlah siswa yang aktif bersekolah.
“Sekolah tersebut masih melakukan proses belajar mengajar dan masih memiliki siswa,” ungkap warga itu kepada awak media.
Kondisi tiang bendera dari bambu kering yang berukurang sekitar empat meter, ditambah keterbatasan ruang belajar yang hanya dua ruangan, menjadi cerminan minimnya perhatian terhadap fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Warga sangat berharap Kementerian Agama Kabupaten Polman, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kecamatan Tinambung segera turun tangan meninjau langsung kondisi sekolah ini. Pihak berwenang diharapkan segera mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pembangunan ruang kelas tambahan serta penggantian tiang bendera yang layak dan aman, agar para siswa dapat belajar dengan nyaman, aman, dan bermartabat.
Selain itu, masyarakat juga mengharapkan perhatian khusus dari yayasan penyelenggara madrasah ini untuk lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mencari solusi pemenuhan fasilitas dasar pendidikan. Keterbatasan sarana dan prasarana tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak di Desa Renggean untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai alasan belum terpenuhinya fasilitas dasar madrasah tersebut. Awak media FMSnews.co.id akan terus berupaya menghubungi Kepala Sekolah maupun pihak berwenang untuk mendapatkan klarifikasi dan tindak lanjut yang konkret demi kenyamanan dan masa depan belajar para siswa di MTS DDI Lebukan.














