crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">
Majene  

Upacara Pengukuhan Mitra Kamtibmas Polres Majene, Sinergi Polri-Masyarakat Wujudkan Ketahanan Keamanan Berbasis Kearifan Lokal

MAJENE — FMSnews.co.id / Polres Majene, Polda Sulawesi Barat, menggelar Apel Bersama sekaligus Upacara Pengukuhan Forum Sabuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada Kamis, 20 Agustus 2026, di halaman Mapolres Majene. Kegiatan bertema “Bersama Kita Jaga Kamtibmas di Kabupaten Majene” ini merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Mabes Polri untuk memperkuat sinergitas Polri dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah.

Apel dipimpin langsung oleh Wakapolres Majene Kompol Muh. Akhir Anwar, S.H., didampingi Kasat Binmas AKP Muhammad Irwan dan Kasat Intelkam IPTU Fahruddin Syahran, S.H., bersama PJU serta perwira Polres Majene. Komandan Apel dalam kegiatan ini adalah Ipda Muh. Hamjad. Upacara diikuti beragam elemen masyarakat: Ansor, Lurah, Da’i Kamtibmas, Ketua RW/Kepala Lingkungan, perwakilan Maxim, PSC, KBPP, Kurir, Pramuka, Satpam, hingga masyarakat luas.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Mitra Kamtibmas secara serentak oleh seluruh peserta sebagai wujud kesetiaan dan komitmen bersama. Lima poin ikrar yang dibacakan: satu, setia kepada NKRI berlandaskan Pancasila dan UUD 1945; dua, menjadi pelopor dan teladan dalam mematuhi serta menegakkan hukum; tiga, berperan aktif membantu Polri memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing; empat, menjunjung netralitas dan profesionalisme, siap siaga memberikan informasi dan bantuan kepada Polri; lima, menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, premanisme, penyalahgunaan narkoba, dan gangguan keamanan lainnya yang meresahkan masyarakat. Ikrar ditutup dengan doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga  Cegah Aksi Balap Liar, Satlantas Polres Majene Patroli Blue Light

Dalam amanat resmi yang disampaikan, Wakapolres Majene menegaskan bahwa konsep “Sabuk Kamtibmas” bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi arahan Mabes Polri untuk membangun ketahanan keamanan berbasis masyarakat. “Keamanan dan ketertiban masyarakat bukanlah tanggung jawab kepolisian semata. Keamanan Majene adalah tanggung jawab kita semua—dari setiap lurah, tokoh agama, pemuda, pelajar, pekerja, hingga setiap warga yang tinggal di tanah ini,” ujar Kompol Muh. Akhir Anwar.

Baca Juga  IMM Majene Desak Polres Percepat Pengusutan Kasus Dugaan KS di SMAN 2 Majene

Beliau menekankan tiga pilar utama penguatan kamtibmas yang sejalan dengan arahan pusat:

Pertama, Sinergitas Aparat, Pemerintah, dan Masyarakat. Sabuk Kamtibmas tidak berjalan tanpa koordinasi terpadu antara Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat, dan elemen masyarakat. Keterlibatan aktif seluruh warga menjadikan keamanan terasa di setiap lingkungan.

Kedua, Deteksi Dini dan Pencegahan. Masyarakat menjadi mata dan telinga peka terhadap potensi konflik, radikalisme, dan kejahatan. Laporan dini dari warga adalah benteng paling efektif mencegah masalah membesar.

Ketiga, Revitalisasi Poskamling dan Patroli Bersama. Pengamanan swakarsa melalui Poskamling dan patroli terpadu harus terus dihidupkan. Kehadiran warga di lapangan adalah jaminan nyata rasa aman yang tidak bisa digantikan sekadar dengan penambahan personel polisi.

Wakapolres juga berpesan kepada seluruh personel: “Laksanakan tugas ini dengan pendekatan humanis, simpatik, namun tetap tegas dan profesional. Jadikan diri Anda mitra yang dipercaya dan dicintai masyarakat.” Kasat Intelkam IPTU Fahruddin Syahran menambahkan: “Informasi cepat dan akurat dari masyarakat adalah kunci pencegahan. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi setiap mitra untuk berpartisipasi aktif.”

Baca Juga  Jelang Idul Adha 1446 Hijriyah, Ketapang Gelar GPM di Baruga

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Ikrar Mitra Kamtibmas Polres Majene Polda Sulbar sebagai bukti kesepakatan tertulis bahwa keamanan Majene dijaga bersama. Tagar #Mari Jaga Majene menjadi ajakan berkelanjutan: keamanan dimulai dari kesadaran diri sendiri, dari lingkungan terdekat kita.

Keterlibatan beragam elemen masyarakat—dari tokoh agama hingga pemuda, dari aparatur kelurahan hingga pekerja—membuktikan bahwa arahan Mabes Polri untuk memperkuat kamtibmas dari bawah telah berakar. Ketika masyarakat dan kepolisian berjalan seiring, kekuatan persatuan menjadi benteng yang tak dapat digoyahkan. Keamanan nasional dibangun dari keamanan setiap lingkungan, dan Majene telah menunjukkan jalannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0