MAMUJU – FMSnews.co.id, Kekhawatiran keluarga berakhir setelah Polresta Mamuju berhasil menemukan tiga anak perempuan yang dilaporkan hilang selama dua hari. Ketiganya ditemukan berada di sebuah kamar kos bersama tiga orang remaja laki-laki, menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan dan perlindungan anak di bawah umur.
Kasus bermula ketika seorang ayah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Mamuju melaporkan anak perempuannya yang berusia 14 tahun beserta dua orang temannya, juga masih di bawah umur, telah meninggalkan rumah tanpa kabar selama dua hari. Keluarga menduga ketiga anak tersebut pergi menemui teman laki-laki mereka di wilayah Kota Mamuju.
Menindaklanjuti laporan yang menyangkut keselamatan anak, piket Pamapta yang dipimpin Ipda Abd Fattah bersama personel Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mamuju segera bergerak melakukan penyelidikan menyeluruh untuk melacak keberadaan ketiga anak tersebut.
Upaya pencarian membuahkan hasil. Ketiga anak perempuan itu berhasil ditemukan berada di sebuah kamar kos di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Mamuju. Di lokasi, mereka ternyata tidak sendirian—ketiganya berada bersama tiga orang laki-laki yang juga masih berusia remaja.
Keenam remaja tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolresta Mamuju untuk menjalani pemeriksaan guna mengungkap kronologi peristiwa serta memastikan kondisi dan keamanan para anak di bawah umur tersebut.
Ipda Abd Fattah membenarkan penemuan keenam remaja itu. “Benar, kami berhasil mengamankan dan membawa keenam remaja tersebut ke Mapolresta Mamuju untuk pemeriksaan serta pendalaman awal guna mengetahui kronologi dan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Saat para orang tua yang cemas menunggu di kantor polisi, pihak kepolisian juga memberikan pemahaman agar keluarga tidak mengambil langkah sendiri yang justru berpotensi menimbulkan masalah hukum baru. “Kami meminta pihak keluarga mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur dan hukum yang berlaku,” tambah Ipda Abd Fattah.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak. Polresta Mamuju pun mengimbau seluruh orang tua untuk lebih ketat memantau aktivitas dan pergaulan anak, mengetahui siapa saja teman mereka serta ke mana mereka pergi, terutama bagi anak yang masih di bawah umur.
“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak-anak. Jika terjadi sesuatu, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” tegas Ipda Abd Fattah.
Polresta Mamuju menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang menyangkut keselamatan anak akan selalu ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional dengan tetap mengutamakan kepentingan serta perlindungan anak.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara. Komunikasi yang baik serta pengawasan yang memadai dari orang tua adalah benteng pertama untuk melindungi anak-anak dari bahaya yang tidak diinginkan.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi dan memastikan perlindungan penuh bagi ketiga anak perempuan tersebut.














