crossorigin="anonymous">     crossorigin="anonymous">
Majene  

Jejak Kebaikan Melampaui Jarak: Perpisahan Penuh Makna Ibu Samsidar dari Majene

MAJENE – FMSnews.co.id, Di tengah gemuruh birokrasi yang kerap berjalan kaku, Majene menyaksikan satu peristiwa yang membasahi hati dan menyejukkan jiwa. Acara pisah sambut Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Majene berlangsung bukan sekadar sebagai serah terima jabatan rutin, melainkan sebuah upacara penghormatan yang indah untuk melepas kepergian sosok yang dicintai: Samsidar, S.H., M.H. Wanita tangguh dan bijaksana ini kini melanjutkan amanah pengabdiannya ke Pengadilan Agama Mamuju, meninggalkan jejak dedikasi yang terukir abadi serta ikatan persaudaraan yang tak akan pudar oleh jarak maupun waktu.

Suasana haru menyelimuti ruangan tempat acara berlangsung. Hadir di antara para undangan Kapolsek Sendana yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Kerukunan Perantau Masyarakat Bone (KPM Bone) Kabupaten Majene, AKP H. Ashari, bersama barisan pengurus dan anggota. Kehadiran mereka membawa pesan mendalam: bagi ribuan warga asal Bone yang merantau dan bermukim di tanah Mandar ini, Ibu Samsidar bukanlah pejabat asing yang datang dan pergi karena dinas, melainkan bagian dari keluarga besar yang tumbuh bersama, bekerja sama, dan menjaga nama baik daerah asalnya dengan penuh kehormatan.

Selama memimpin Pengadilan Agama Majene, nama Ibu Samsidar menjadi sinonim dari pelayanan yang bermutu dan hati yang luas. Ia membawa pembaruan dengan tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. Di bawah kepemimpinannya, lembaga peradilan bertransformasi menjadi tempat yang teduh, di mana hukum tegak lurus namun disampaikan dengan kelembutan, dan keadilan ditegakkan dengan hati nurani. Ia pandai menjembatani hubungan harmonis antarinstansi, merangkul tokoh masyarakat, serta mendekatkan diri kepada setiap lapisan warga—kualitas mulia yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar KPM Bone.

Baca Juga  Warga Salutambung Tolak Keras Tambang Pasir Sungai Tubo: Tak Ada Negosiasi dengan Perusak

Dalam sambutannya yang sarat emosi dan diksi elegan, AKP H. Ashari menyampaikan penghargaan tertinggi atas apa yang telah Ibu Samsidar persembahkan untuk Majene. “Beliau adalah bukti nyata bahwa kesuksesan karir tidak harus mengorbankan kehangatan persaudaraan. Ibu Samsidar memimpin dengan ilmu, melayani hati, dan menjadi jembatan persatuan bagi kami masyarakat perantau. Kehadiran beliau di sini mengangkat nama baik Bone dan memberikan teladan bahwa di mana pun kita bertugas, kebaikan adalah modal terbesar yang dibawa pulang,” ucap Ashari, suaranya bergetar menyiratkan rasa terima kasih yang mendalam.

Baca Juga  Tiga Pilar Hukum Bersatu, Jejak Mulia Samsidar Terukir Abadi

Lebih jauh ia menegaskan, meski tugas negara kini memanggil beliau menuju Mamuju, persaudaraan yang telah terjalin seperti benang emas yang tak akan putus. “Raga mungkin berpisah tempat, namun doa dan kasih kami tetap terikat satu arah. Tradisi merantau bagi orang Bone adalah membawa persaudaraan ke mana kaki melangkah. Ibu membawa nama kami pergi, dan kami di sini akan selalu mendoakan jejak langkah beliau yang terang benderang,” tambahnya.

Acara yang sarat makna ini turut dihadiri Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Sekda Majene, Kejari Majene, Kapolres Majene, Dandim 1401 Majene, Pengadilan Negri Majene, dan unsur Forkopimda, tokoh adat dan agama, rekan sejawat dari lingkungan peradilan, serta masyarakat luas yang datang melepas kepergiannya. Semua berkumpul dalam satu kesepahaman: perpisahan ini bukan akhir dari hubungan, melainkan permulaan sejarah pengabdian baru yang lebih luas.

Baca Juga  Diresmikan Jembatan Perintis Garuda Sungai Samalio Akses Terisolasi Terbuka, 988 Warga Kini Nikmati Konektivitas Baru

Momen ini turut menyisakan pesan berharga bagi seluruh aparatur negara di Indonesia: warisan terindah seorang pemimpin bukanlah gelar yang disandang, melainkan kebaikan yang tertanam di hati rakyat dan persaudaraan yang terjalin seumur hidup.

Menutup rangkaian perpisahan yang menyentuh sanubari ini, AKP H. Ashari mewakili seluruh keluarga besar KPM Bone Majene mendoakan keberkahan. “Semoga Allah SWT senantiasa memelihara kesehatan, melimpahkan kebijaksanaan, dan membuka jalan kemudahan dalam setiap langkah Ibu Samsidar serta keluarga tercinta. Teruslah menjadi pelita keadilan yang menyejukkan. Selamat bertugas di tanah baru, selamat melanjutkan cita mulia. Kenangan indah dan jasa-jasa Ibu akan tetap hidup dan dijaga baik-baik di hati kami, warga Majene,” pungkasnya penuh keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-7063190161419447, DIRECT, f08c47fec0942fa0